Cabut Paku Hingga Pungut Sampah, Ngabuburit Asik Ala Mahasiswa Unipma

Di Posting Oleh madiuntoday

8 Juni 2018

MADIUN – Mengisi waktu berbuka bisa melalui beragam cara. Bisa mencari takjil atau menyiapkan sendiri dengan memasak di rumah. Ada juga yang memanfaatkan dengan berolahraga. Namun, ngabuburit bakal terasa lebih bermakna dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Unipma) ini. Mereka mengisi ngabuburit dengan mencabut paku pada pohon. Kegiatan tidak lain demi satu tujuan. Bentuk cinta kepada alam.

‘’Pohon sekarang memiliki beragam fungsi tambahan. Kami ingin mengembalikan keberadaan pohon seperti pada fungsi sebenarnya,’’ kata Handoko salah seorang mahasiswa saat melakukan kegiatan beberapa waktu lalu.

Bersama sekitar 20 temannya, Handoko mulai mencabuti paku yang tertancam di pohon. Deretan pohon di Jalan Setia Budi, Slamet Riyadi, dan jalan Auri menjadi sasaran kegiatan sore itu. Belum lewat sejam, sudah nyaris terkumpul dua botol air mineral ukuran tanggung. Berbagai ukuran, warna, dan bentuk. Maklum, beberapa paku diprediksi sudah tertancap belasan tahun. Tanpa babibu, langsung dicabut.

‘’Kami hanya mencabut paku. Selain itu, kami biarkan kendati sebenarnya menyalahi,’’ ungkapnya.

Itu bukannya tanpa alasan. Handoko dkk tidak dapat sembarangan mencabut banner atau media iklan lain kendati juga tertancap di pohon. Sebab, melakukan sesuatu pada pohon harus berijin. Berlapis pula. Mulai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Satpol PP. Nah, timnya hanya mengajukan ijin pencabutan paku.

‘’Kami tak ingin menyalahi aturan. Sebenarnya ingin sekali mencabut semua dari pohon,’’ ungkapnya sembari menyebut juga membersihkan sampah yang ditemui sepanjang lokasi.

Handoko mengaku jengah dengan perilaku masyarakat kepada alam sekarang ini. Terutama pada pohon tepi jalan. Pohon sejatinya berfungsi sebagai peneduh dan estetika atau keindahan. Selain itu, tentu penyuplai oksigen hingga mengurangi polusi. Namun, pohon sudah memiliki fungsi tambahan kini. Bukan lagi untuk kehidupan. Namun, menjadi papan iklan. Pohon, kata dia, bukanlah tempat untuk transaksional melainkan untuk modal sosial.

‘’Pohon juga mahkluk hidup. Paku yang menancap dapat mempengaruhi kehidupan pohon tersebut. Padahal keberadaan pohon memberikan banyak manfaat,’’ terangnya mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wall Climbing tersebut.

Kegiatan sengaja dilaksanakan sore. Handoko menyebut sambil menunggu waktu berbuka. Kegiatan dimulai pukul 15.00 dan berakhir pukul 17.00. Handoko berencana menggelar kembali kegiatan tersebut. Namun, pihaknya harus mengajukan ijin ulang kesejumlah dinas tersebut terlebih dahulu.

‘’Pohon merupakan alat penghasil oksigen yang dibutuhkan manusia. Sudah seharusnya hal yang memberikan manfaat bagi kehidupan ini dijaga dan dirawat. Bukan sebaliknya,’’ pungkasnya. (agi/madiuntoday)
Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!