PMII-Polres Madiun Kota Sepakat Bentuk Satgas Antiterorisme

Di Posting Oleh madiuntoday

8 Juni 2018

MADIUN – Peristiwa pengeboman sejumlah lokasi di Surabaya tentu bukan sesuatu yang mudah dilupakan oleh rakyat Indonesia. Melalui kejadian itu, masyarakat seakan diingatkan bahwa terorisme masih berkembang dan dapat mengancam nyawa di mana saja.

Menanggapi peristiwa tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Madiun tergerak untuk berpartisipasi dalam upaya kontra terorisme dan deradikalisasi di wilayahnya. ‘’Agar Kota Madiun terhindar dari serangan pemikiran radikal dan tindakan terorisme,’’ tutur Ketua PMII Cabang Madiun Asep Amrulloh, Jumat (8/6).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan audiensi dengan Polres Madiun Kota. Dalam kegiatan yang terselenggara Kamis (7/6) itu, Asep dan kawan-kawan ingin bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam upaya menghindari radikalisme dan terorisme di Madiun.

Isi audiensi, menurut Asep, membicarakan tentang program yang dapat dilakukan antara PMII bersama kepolisian. Dari pembicaraan itu, akhirnya mereka sepakat membentuk satgas antiterorisme dan deradikalisasi ideologi.

‘’Satgas ini tak hanya terdiri atas PMII dan kepolisian saja. Melainkan juga unsur elemen masyarakat lainnya. Antara lain, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta ormas lainnya. Seperti, NU dan Muhammadiyah,’’ paparnya.

Salah satu kegiatan yang digagas PMII adalah menyelenggarakan kegiatan kontra terorisme dan deradikalisasi di lingkungan kampus. Hal tersebut dilakukan karena PMII merupakan organisasi yang berasal dari lingkungan akademisi. Selain itu, lembaga pendidikan juga tak lepas dari upaya penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Seperti diketahui, baru-baru ini Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan bom siap ledak di Universitas Riau. Bahkan, mereka juga menangkap terduga teroris di lokasi yang sama. Kejadian itupun menunjukkan bahwa kampus bukan lagi tempat yang bebas dari tindakan radikalisme dan terorisme.

Untuk menghindari hal itu, PMII berencana menggelar kegiatan-kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai toleransi. ‘’Seperti mengadakan forum-forum kajian dan diskusi sebagai upaya deradikalisasi,’’ terang alumnus Pendidikan Biologi Unipma tahun 2017 itu.

Kedatangan para pengurus PMII itu disambut langsung oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu. Niatan PMII untuk mengadakan kerjasama dalam rangka kontra terorisme dan deradikalisasi juga mendapatkan respon baik dari orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Madiun itu. ‘’Kegiatan yang sudah dibicarakan ini hendaknya dapat direalisasikan bersama,’’ ujar Nasrun ditirukan oleh Asep. (irs/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!