Hasilkan 100 Ton Setiap Hari, Begini Penanganan Pemkot Madiun Terkait Sampah…

Di Posting Oleh madiuntoday

5 Juli 2018

MADIUN – Produksi sampah di Kota Madiun cukup tinggi. Sampah yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 100 ton perhari. Berbagai upaya dilakukan pemerintah setempat untuk mengolahnya. Hasilnya, diluar dugaan. Ratusan ton sampah itu malah memberikan beragam manfaat. Mulai gas metan hingga pemandian air panas. Tak heran, jika pengolahan sampah ini berkontribusi besar terhadap capaian piala adipura ke-13 di 2017 lalu.

‘’Sampah memang barang tidak terpakai. Tetapi bukan berarti tidak bermanfaat. Tinggal bagaimana mengolahnya,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Suwarno, Kamis (5/7/2018).

Pengolahan sampah sudah menggunakan sistem control landfill. Sistem ini lebih berkembang dibanding open dumping. Pada metode ini, sampah yang datang diratakan dan dipadatkan dengan alat berat. Sampah dipadatkan menjadi sebuah sel. Sampah yang sudah dipadatkan tersebut dilapisi dengan tanah setiap lima atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mengurangi keluarnya gas metan.

Selain itu, dibuat juga saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan, saluran pengumpul air lindi (leachate) dan instalasi pengolahannya, pos pengendalian operasional, dan fasilitas pengendalian gas metan. Gas ini tidak dibuang percuma. Namun, dimanfaatkan ke rumah-rumah warga sebagai sumber perapian. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 200 KK dapat merasakan gas metan dari sampah tersebut.

‘’Paling tidak ini membantu mengurangi biaya hidup masyarakat untuk membeli gas elpiji,’’ ungkapnya sembari menyebut penyaluran ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir.

Selain itu, pihaknya juga melakukan terobosan dengan membuat mandi sauna. Lagi-lagi memanfaatkan gas metan dari sampah. Gas dialirkan dalam tungku air untuk menghasilkan uap. Uap ini lantas dilirkan dalam wadah tertentu yang berisi rempah-rempah. Tak heran, uap air yang dihasilkan beraroma terapi. Suwarno menyebut sauna sementara dimanfaatkan pekerja di TPA. Sebagai mencegah penyakit dan mengurangi bau setelah seharian bergelut dengan sampah. Namun, tidak menutup kemungkinan bakal dibuka untuk umum.

‘’Prinsipnya kami terus berinovasi. Ke depan kami juga berencana untuk membuat pemandian air hangat hingga café yang semuanya memanfaatkan gas metan dari sampah,’’ ujarnya.

Penanganan sampah, lanjutnya, juga melibatkan masyarakat. Suwarno menyebut sudah terdapat bank sampah ditiap kelurahan di Kota Madiun. Artinya, masyarakat terlibat aktif. Bahkan, sampah yang dihasilkan dipilah untuk kemudian dijadikan barang bernilai ekonomis. Pihaknya bersama instansi terkait rutin memberikan pelatihan dan pendampingan.

‘’Sampah hanya menjadi barang tidak berguna kalau dipandang sebelah mata. Namun, dapat memberikan beragam manfaat kalau tepat pengelohannya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jangan lupa menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

MADIUN - Agenda Wali Kota Madiun Maidi untuk menghadiri Senam Lansia terus berlanjut. Seperti pada kegiatan orang nomor satu di Kota Pendekar itu pada Sabtu (21/5). Diawali dengan gowes dari kediamannya di Jalan Merpati, wali kota menuju empat lapak UMKM kelurahan...