Madiun Semakin Mantap Jadi Pusat Pengembangan Kereta Api

Di Posting Oleh madiuntoday

11 Juli 2018

MADIUN – Mengorek sejarah Kota Madiun tentu tak dapat dipisahkan dari perkembangan industri kereta api. Sejak 1981, PT INKA (Persero) berdiri sebagai BUMN manufaktur sarana perkeretaapian pertama dan terbesar di kawasan ASEAN. Pun demikian dengan Stasiun Besar Madiun yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Tak hanya masa lalu, pada masa kini pun kereta api masih terus mengiringi perjalanan Kota Madiun yang telah berusia 100 tahun pada 21 Juni lalu. Sehingga, bukan tanpa alasan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya menjadikan Kota Madiun sebagai pusat pendidikan dan pengembangan industri perkeretaapian.

Menristekdikti M. Nasir terus mendorong kerjasama antara industri dan perguruan tinggi. Bahkan, dalam kunjungannya ke Kota Madiun 8 Juni lalu, dia sempat menyaksikan penandatanganan MoU antara PT INKA (Persero) dan Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Dengan adanya kesepakatan itu, Nasir berharap link and match antara industri dan perguruan tinggi semakin erat terjalin. Khususnya, untuk mengatasi masalah ketersediaan tenaga pengajar di bidang perkeretaapian. ‘’Jadi, orang INKA bisa mengajar di PNM. Industri mendapat asupan tenaga kerja yang kompeten dan perguruan tinggi mendapat pengajar dan keterampilan yang baik,’’ paparnya.

Setelah penandatanganan kerjasama itu, Prodi D-IV Teknik Perkeretaapian di PNM pun benar-benar dibuka. Ini menandakan, upaya pemerintah untuk menjadikan Kota Madiun sebagai pusat pengembangan industri kereta api semakin serius.

Kepala Bagian Umum dan Akademik PNM Suluh Argo Pambudi, S.T, M.Kom menuturkan, prodi baru ini akan fokus terhadap hal-hal teknis dalam pembuatan kereta api. Sehingga, dapat mencetak tenaga terampil di bidang teknologi perkeretaapian. ‘’Dari sekian banyak politeknik di Indonesia, PNM yang ditunjuk untuk menjalankan mandat ini,’’ tutur Suluh.

Sebelumnya, Kota Madiun telah memiliki Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) yang akan mencetak tenaga berkompeten di bidang serupa. Bedanya, API terkonsentrasi pada sumber daya manusia yang menjalankan operasional kereta api.

Di tahun pertama ini, PNM baru membuka satu kelas saja untuk Prodi D-IV Teknik Perkeretaapian. Satu kelas dapat menampung sekitar 26 orang. Untuk itu, mereka sangat selektif menentukan calon mahasiswa yang dapat diterima. ‘’Selain tes tulis akademik, pendaftar juga harus melewati tes kesehatan dan wawancara,’’ imbuhnya.

Dari sisi tenaga pendidik, PNM telah mengirimkan dosen-dosennya mengikuti pelatihan di Cina selama satu bulan. Mereka juga memanfaatkan pengajar dari PT INKA (Persero). Para mahasiswa pun dapat melakukan prakter kerja di perusahaan tersebut sembari menunggu laboratorium khusus kereta api selesai dibangun. ‘’Itu juga menjadi komitmen Menristekdikti dan Menteri BUMN untuk segera melengkapi laboratorium kereta api,’’ tegasnya.

Dengan dukungan dari sektor pendidikan, harapannya proses pengembangan industri perkeretaapian dapat berjalan lebih cepat. Pun demikian Kota Madiun semakin memantapkan langkahnya sebagai pusat pengembangan teknologi kereta api di Indonesia. (WS Hendro, Dhevit, irs/madiuntoday)

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!