Tarif Cukai Segera Diberlakukan

Di Posting Oleh madiuntoday

13 Juli 2018

MADIUN – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah merilis tenggat waktu pemungutan cukai terhadap liquid rokok elektrik (vape). Berdasarkan keputusan mereka, pemungutan yang sedianya berlaku per 1 Juli 2018 diperpanjang hingga 1 Oktober mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun melakukan sosialisasi kepada para pengusaha liquid rokok elektrik. Sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap. Hingga aturan diturunkan, mereka telah mengumpulkan pengusaha liquid vape.

liquid rokok elektrik termasuk dalam hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Besaran pajak telah ditentukan sebelumnya sebanyak 57 persen dihitung dari harga jual eceran. Dalam Undang-Undang (UU) Cukai disebutkan bahwa semua hasil tembakau merupakan obyek cukai. Begitu pula dengan vape yang beberapa menggunakan cairan dari hasil tembakau. Sehingga, konsumsinya harus dibatasi dengan pengenaan cukai.

Dikutip dari Kompas.com, Plt Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Nugroho Wahyu menjelaskan syarat penerapan cukai terhadap liquid vape. Cukai akan diterapkan pada liquid vape yang diproduksi setelah Juli 2018. ‘’Nanti ada pita cukai di kemasan liquid vape-nya,’’ tutur Nugroho.

Selain pita cukai, pemerintah juga memberikan beberapa persyaratan kepada produsen. Antara lain berupa lokasi pabrik dan importir. Para pengusaha pabrik, importir, penyalur, dan pengusaha tempat penjualan haruss memiliki izin. Berupa, Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) untuk menjalankan bisnis itu.

Setelah aturan benar-benar diberlakukan 1 Oktober nanti, pengguna atau produsen liquid vape yang tidak menggunakan pita cukai akan dikenai sanksi secara bertahap. Yakni, diberi peringatan awal, kemudian sanksi administrative. Jika ada kesengajaan dalam pelanggaran, maka bisa diberikan sanksi pidana. “Nanti kami akan lakukan operasi dan berikan sanksi-sanksi sesuai undang-undang yang ada,” ujarnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!