Hati-Hati! Madiun Masuk Zona Merah Peredaran Rokok Ilegal

Di Posting Oleh madiuntoday

30 Agustus 2018

MADIUN – Wilayah penyebaran rokok ilegal masih meresahkan masyarakat. Bahkan, Madiun Raya masuk dalam kategori zona merah. Artinya, peredaran rokok ilegal di daerah tersebut patut diwaspadai.

Hal tersebut terungkap dalam rilis penyidikan tindak pidana di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun, Rabu (29/8). ‘’Hampir rata-rata daerah di wilayah itu mudah dimasuki penjual rokok ilegal. Terutama, di wilayah pedesaan,’’ tutur Kepala Kantor Bea Cukai Madiun Gatot Priyo Waspodo.

Menurut Gatot, ada kecenderungan berbeda bagi masyarakat desa dan kota untuk membeli rokok. Bagi masyarakat pedesaan, batang berisi tembakau itu dibeli hanya untuk dinikmati. Namun bagi warga perkotaan, membeli rokok tak sekedar untuk dinikmati. Sebagian di antaranya juga mengandung prestise tersendiri.

Dengan kecenderungan yang berbeda itu, maka peredaran rokok ilegal lebih mudah dilakukan di daerah pedesaan. Meski, tak menutup kemungkinan juga tersebar di wilayah perkotaan. Apalagi, dalam penangkapan pelaku pengedar rokok ilegal oleh bea cukai di Ngawi beberapa waktu lalu ditemukan fakta bahwa banyak merk ilegal yang dibuat persis dengan merk dagang rokok legal.

‘’Dilihat secara sekilas saja akan terlihat seperti merk rokok legal. Tapi, kalau sudah diperhatikan lebih dekat baru terlihat perbedaannya,’’ terang Gatot.

Ditanya lokasi pabrikan rokok ilegal, Gatot mengungkapkan bahwa produksinya bisa dari mana saja. Untuk pemasaran yang masuk di wilayah Madiun Raya sebagian besar berasal dari Jawa Tengah bagian Utara, Jawa Timur bagian Tengah, dan sebagian lagi Jawa Timur wilayah pesisir. ‘’Cara produksinya juga macam-macam,’’ imbuhnya.

Meski demikian, Bea Cukai berkomitmen untuk membersihkan Madiun dari produksi dan peredaran rokok ilegal. Untuk itu, mereka juga menggandeng pihak berwajib dan pemerintah daerah setempat untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madiun Juni Pudji Kurniawan mengungapkan, kendala terbesar yang dialami pihaknya adalah hit and run. Seringkali mereka menemukan rokok ilegal yang beredar di pasaran. Namun, kesulitan menemukan pelaku.

Sedangkan, Bea Cukai juga tak dapat langsung menindak toko yang menjual rokok ilegal. Sebab, banyak di antaranya yang tidak mengetahui bahwa barang tersebut merupakan pasokan ilegal. ‘’Mereka tahunya ini rokok murah. Rokok sampel yang dijual murah dari pabrik,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, rantai penghubung dari produsen hingga pedagang cukup panjang. Karenanya sulit untuk dilacak. Meski demikian, Bea Cukai terus berupaya untuk menemukan distributor rokok ilegal. Kemudian, menindak pabrik yang memproduksi barang yang menyebabkan kerugian negara tersebut.

‘’Rokok sifatnya luas. Bisa diproduksi oleh siapa saja dan di mana saja. Kami bersinergi dengan pemda dan pihak berwajib terkait barang-barang wajib cukai,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!