Bingung Pita Cukai Asli atau Palsu?

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Agustus 2018

MADIUN – Industri rokok menyumbangkan pemasukan yang cukup besar bagi pendapatan negara dari cukai hasil tembakau. Jumlahnya terus meningkat sejak 10 tahun terakhir. Bahkan, pada 2017 pendapatan negara dari cukai rokok mencapai Rp 149,9 triliun.

Sayangnya, masih banyak praktek ilegal yang berpotensi merugikan negara. Antara lain, mengedarkan rokok yang tidak dilengkapi pita cukai atau berpita cukai palsu. Otomatis, hasil penjualan rokok ilegal tidak masuk ke dalam kas negara. Selain itu, juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Karena itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun Gatot Priyo Waspodo mengimbau agar masyarakat berhati-hati. ‘’Banyak cara untuk membedakan pita cukai asli dan palsu,’’ tuturnya.

Secara fisik, lanjut Gatot, ada tanda serat pada pita cukai yang asli. Begitu pula dengan warnanya juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2018 ini, ada lima jenis pita cukai yang beredar. Yakni, untuk golongan I berwarna kombinasi biru jingga, golongan II merah jingga, dan golongan III berwana ungu kombinasi merah.

Kemudian, pita cukai untuk hasil tembakau tanpa golongan dalam negeri berwarna abu-abu kombinasi hijau. Sedangkan, tanpa golongan impor warnanya kombinasi abu-abu dan jingga.

Jika dilihat melalui kaca pembesar, serat pada hologram terlihat lebih jelas. Ada logo berupa bintang segi enam yang bertebaran. Juga, gambar lambang Negara Republik Indonesia dan logi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Namun, cara itu saja belum cukup. Untuk dapat melihat keaslian pita cukai secara detail dapat dilakukan dengan bantuan sinar ultraviolet. Di bawah paparan cahaya itu, akan lebih terlihat jelas tebaran serat yang berbentuk batang pendek berwarna oranye, jingga, dan biru.

Gatot tak menampik bahwa beberapa pita cukai yang dipalsukan sulit dideteksi oleh masyarakat awam. Karenanya, Gatot menyarankan agar warga yang mencurigai ada rokok berpita cukai palsu segera melapor ke kantor bea cukai. ‘’Ada alat kami untuk mendeteksi pita cukai,’’ ungkapnya sembari menyebut pihaknya juga bekerja sama dengan PT Puranusa Persada, Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan laboratorium mini Bea Cukai di Surabaya, Semarang, dan Jakarta. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

MADIUN - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik terus berlanjut. Mulai Senin (1/3), jajaran Polres Madiun Kota mengikuti kegiatan penyuntikan vaksin untuk meningkatkan imun tubuh terhadap Virus Korona tersebut. Proses penyuntikan...

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin memperluas penggunaan GeNose C19 di stasiun. Terbaru, mereka menambahkan empat stasiun lagi untuk menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ini. Salah satunya, di Stasiun Besar Madiun. Layanan pemeriksaan GeNose C19 di...

Don`t copy text!