Jangan Pakai Apar Sembarangan

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Agustus 2018

MADIUN – Kebakaran bukan masalah sepele. Musibah dari amukan si jago merah ini dapat berujung bencana kalau tidak segera ditangani. Urusan menangani kebakaran juga kudu cepat dan tepat. Tak heran, urusan penanganan kebakaran butuh keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat.

‘’Petugas pemadam harus datang maksimal 20 menit setelah laporan. Sebelum petugas datang, penanganan menjadi tanggung jawab pemilik atau masyarakat di sekitar lokasi kejadian,’’ kata Wisnu, petugas pemadam kebakaran Kota Madiun saat sosialisasi inspeksi pemadaman kebakaran bagi pemilik usaha di gedung diklat, Kamis (30/8/2018) kemarin.

Tak ayal, pemilik usaha maupun masyarakat juga harus terampil melakukan penanganan awal. Api, kata dia, sejatinya dapat dipadamkan dengan alat yang ada disekitar. Peralatan pemadam api tradisional (Apat) juga telah tersedia. Mulai kain, pasir, dan lainnya. Atau bisa juga menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) untuk yang lebih modern. Namun, tentu untuk api yang belum kelewat besar.

‘’Permasalahannya, sejumlah peralatan ini akan tak maksimal kalau masyarakat kurang memahami cara penggunaannya,’’ imbuhnya.

Penggunaan Apar, kata dia juga tidak sembarangan. Sebelum menggunakan, baiknya periksa kandungan bahan dalam tabung Apar tersebut. Sebab, terdapat berbagai jenis Apar. Menyesuaikan bahan yang terbakar. Di antaranya, berbahan powder atau bubuk, berbahan gas Co2, hingga yang berbentuk foam atau busa.

‘’Jadi tidak asal menyemprotkannya. Lihat dulu kandungannya. Untuk titik api yang berasal dari benda padat baiknya menggunakan Apar dengan bahan powder. Kalau api berasal dari konsleting listrik baiknya yang berbahan Co2,’’ rincinya.

Selain itu, wajib memperhatikan arah angin. Pastikan Apar berfungsi baik sebelum mendekat ke titik api. Caranya, dengan sedikit menekan tuas. Pemadaman wajib mendahulukan api disekitar sumber utama. Bukan langsung ke titik sumber api. Ini sebagai perlindungan diri. Masyarakat, lanjutnya, seringkali lupa kalau berdiri disekitar titik api lantaran terlalu fokus pada sumber api utama.

Penyemprotan juga mendahulukan bagian bunga api atau bagian atasnya. Jangan langsung menyemprotkan pada titik api. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kandungan oksigen disekitar api. Oksigen, kata dia, merupakan salah unsur nyala api. Setelahnya, baru ke titik api.

‘’Apar baiknya selalu diperiksa minimal enam bulan sekali. Pastikan indikator berada diwarna hijau. Ini berarti Apar masih dalam kondisi baik dan siap digunakan,’’ jelasnya sembari menyebut Apar wajib digoyang untuk memastikan kandungan di dalamnya tidak menggumpal.

Setiap kantor maupun gedung yang digunakan aktivitas banyak orang wajib memiliki Apar di tiap 20 meternya. Bahkan, jika luasan lebih dari 800 meter persegi harus disediakan minimal satu hidran. Ketinggian Apar juga disesuaikan rata-rata tinggi orang asia. Yakni, 130-150 meter. Kalau terlalu rendah dapat digunakan mainan anak-anak. Sedang, jika terlalu tinggi malah menghambat ketika kebakaran terjadi.

‘’Prinsipnya jangan terlalu panik dulu. Kalau ada alat pemadam kebakaran harus digunakan. Tetapi juga jangan terlalu berani. Kalau memang api sudah besar, baiknya tunggu petugas,’’ pungkasnya sembari menyebut pelayanan pemadaman tidak dipungut biaya sepeserpun. (ws hendro, agi/madiuntoday).

 

Tetap waspada dengan bahaya kebakaran. Jika terjadi kebakaran segera hubungi call center (0351) 482255. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya.

 

 

Artikel Terkait

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

MADIUN – Vaksinasi booster terus dimaksimalkan di Kota Madiun. Sasarannya juga bertambah. Vaksinasi dosis 3 tersebut sudah bisa untuk dewasa mulai 18 tahun ke atas sebagai sasaran tambahan. Namun, terdapat sejumlah syarat tertentu salah satunya wajib sudah mendapatkan...

Don`t copy text!