Bosan Olahan Ikan yang Itu-itu Saja, Dawet dan Es Kopyor Patin Ini Patut Dicoba

Di Posting Oleh madiuntoday

3 September 2018

MADIUN – Ikan patin mengandung banyak kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Mulai kandungan DHA dan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan bayi, mengurangi kandungan kolesterol, menjaga kesehatan tulang, hingga mencegah penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Namun nyatanya, ikan patin tidak cukup digemari. Bau amis ikan seringkali menjadi alasan menolaknya. Terutama untuk anak-anak. Orang tua jangan menyerah. Bunda di rumah kudu kreatif dalam menyajikan masakan olahan ikan yang satu ini. Seperti yang tersaji dalam lomba masakan olahan patin Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun beberapa waktu lalu. Sejumlah menu unik olahan patin mengemuka.

Bukan hanya digoreng, dibakar, atau dibumbu ala restoran. Ikan berkumis seperti lele ini juga diolah menjadi aneka kue dan minuman. Di antaranya, roti roll coklat, brownies, pudding, bolu, dan wingko. Sedang untuk minuman, ikan air tawar ini diolah menjadi es jagung, es kopyor, juga dawet. Menariknya, aroma amis ikan tak terasa.

‘’Daging ikan direbus dulu sama susu dan jeruk nipis sebelum diolah menjadi pudding,’’ kata Yuni Rahayu peserta dari Kelurahan Mojorejo ini.

Daging ikan lantas dilembutkan dan dicampurkan dalam bahan-bahan lain. Yuni menyebut proses selanjutnya sama dengan membuat pudding pada umumnya. Namun, perlu adanya proses tambahan pada ikan. Perebusan dengan susu dan jeruk nipis dapat menghilangkan bau amis. Daging juga menjadi lebih lembut. Tak heran, jika pudding jauh dari kesan amis. Benar saja, lembut dan legit di mulut.

‘’Pudding itu kan manis dan legit, banyak disukai anak-anak. Ini bagus untuk anak-anak yang tidak suka makan ikan,’’ imbuhnya.

Begitu juga dengan dawet ikan patin ala peserta Kelurahan Pandean ini. Orang tidak akan menyangka kalau cendol dalam dawet berbahan ikan patin. Sebab, secara tampilan sama. Pun, tidak ada aroma amis. Daging ikan patin sudah diolah sedemikian rupa. Dawet ikan patin ala Reni dan Samar ini memang unik. Ikan, kata dia, wajib direndam pakai larutan jeruk nipis dan es. Setelahnya baru dicampur dengan tepung beras dan bahan lai hingga seperti bubur. Adonan disaring menggunakan saringan khusus hingga membentuk cendol.

‘’Kami juga membuat brownies berbahan daging ikan patin. Prinsipnya, menu masakan akan terus berkembang. Harus berani mencoba,’’ pesannya.

Berbagai menu unik olahan ikan patin memang mengemuka saat lomba. Ada juga es jagung ikan patin dari Kelurahan Demangan. Kali ini, hanya sari ikan patin yang digunakan. Ikan dikukus dan diambil airnya sebagai campuran es. Begitu juga dengan es kopyor ikan patin. Menu olahan ini sengaja dilombakan untuk menumbuhkan minat mengkonsumsi ikan. Ini penting lantaran konsumsi ikan rendah di Kota Madiun. (dhevit/agi/madiuntoday)

Tetap jaga kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya.

Artikel Terkait

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

MADIUN – Vaksinasi booster terus dimaksimalkan di Kota Madiun. Sasarannya juga bertambah. Vaksinasi dosis 3 tersebut sudah bisa untuk dewasa mulai 18 tahun ke atas sebagai sasaran tambahan. Namun, terdapat sejumlah syarat tertentu salah satunya wajib sudah mendapatkan...

Don`t copy text!