Tanpa Mobilisasi Massa, Polisi Terjunkan 1.230 Personil Amankan Tradisi Suro

Di Posting Oleh madiuntoday

7 September 2018

MADIUN – Peringatan bulan Suro di Kota Madiun tahun ini tanpa mobilisasi massa dari tiap perguruan. Ini sudah menjadi komitmen bersama seluruh ketua perguruan dan pihak terkait. Kendati begitu, bukannya tanpa pengamanan. Petugas Kepolisian dipastikan bakal total menjaga keamanan di wilayah Kota Madiun. Bukan hanya di kota pecel. Pihak kepolisian di enam daerah di bawah Bakorwil V plus Kabupaten Nganjuk juga bakal turut membantu pengamanan.

‘’Hari ini Apel Gelar Pasukan untuk mengecek kesiapan terakhir operasi Aman Suro 2018. Prinsip, kami sudah siap. Baik secara personil maupun sarana dan prasarana,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu usai Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Aman Suro 2018 Wilayah Madiun di Alun-alun Kota Madiun, Jumat (7/9/2018).

Total, terdapat 1.230 personil yang akan diterjunkan selama Operasi Aman Suro 2018. Ini merupakan gabungan dari sejumlah satuan Kepolisian hingga TNI dan instansi terkait. Pola pengamanan bakal dibagi menjadi dua sesi. Pertama, pada 8-13 September untuk pengamanan suroan PSHT. Sedang kedua bakal berlangsung 21-25 September untuk pengamanan PSHW. Pengamanan, kata dia, lebih untuk penjagaan di sejumlah jalur masuk. Termasuk jalur tikus atau jalan alternatif masuk ke Kota Madiun.

 

‘’Bukan penyekatan, tapi kami siagakan penjagaan pada jalur-jalur ini. Masyarakat yang nekat masuk akan kami pulangkan ke daerah asal seperti yang tertulis pada komitmen bersama,’’ terangnya.

Nasrun menambahkan pengamanan juga akan dibantu personil kepolisian dari lima wilayah Bakorwil V dan Polres Nganjuk. Ini lantaran cukup banyak warga perguruan dari Nganjuk yang masuk ke Kota Madiun saat bulan Suro. Petugas tiap-tiap daerah ini telah sepakat untuk turut melakukan pengamanan kepada warga perguruan yang hendak ke Kota Madiun.

‘’Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Kapolres di wilayah Bakorwil V plus Nganjuk. Intinya, tidak ada pengiriman massa ke Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun Moerdjoko Hadi Widjojo menyebut seluruh perguruan menyambut baik keputusan tersebut. Seluruh perguruan, kata dia, siap menjalankan apa yang sudah menjadi komitmen bersama. Tidak ada mobilisasi massa terutama dari luar Kota Madiun. Seluruh perguruan sepakat untuk menjaga keamanan dan stabilitas di bulan suro tahun ini.

‘’Prinsipnya kami siap melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Menjaga keamanan jauh lebih penting,’’ tegasnya.

Himbauan terkait ini, lanjutnya, sudah diteruskan hingga ke tingkat ranting pada masing-masing perguruan. Mulai secara lisan maupun tertulis. Dia berharap warga tiap-tiap perguruan menghormati komitmen yang sudah disepakati bersama. Keputusan, kata dia, semata-mata demi menjaga keamanan di Kota Madiun saat tahun politik seperti ini.

‘’Kami juga ingin kampung pesilat di Kota Madiun ini bukan hanya sekedar stigma. Tapi juga benar-benar mencetak atlit yang dapat mengharumkan nama bangsa di mata dunia,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

MADIUN - Agenda Wali Kota Madiun Maidi untuk menghadiri Senam Lansia terus berlanjut. Seperti pada kegiatan orang nomor satu di Kota Pendekar itu pada Sabtu (21/5). Diawali dengan gowes dari kediamannya di Jalan Merpati, wali kota menuju empat lapak UMKM kelurahan...