Ragam Cara Pemkot Bantu Warga Kurang Mampu

Di Posting Oleh madiuntoday

12 Oktober 2018

MADIUN – Hidup dalam keterbatasan tentu bukan pilihan setiap orang. Namun, karena suatu faktor tertentu menyebabkan mereka harus berada dalam kondisi tersebut. Karenanya, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung itu agar dapat melewati masa sulitnya.

Dalam upaya mengurangi beban hidup warganya yang masuk dalam kategori tidak mampu, Pemkot Madiun memiliki sejumlah program melalui OPD terkait. Salah satunya di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Setiap tahun, Dinsos PPPA menyediakan anggaran khusus untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Selain Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD), ada bantuan lainnya yang disalurkan dalam bentuk uang.

Kabid Sosial Dinsos PPPA Kota Madiun Siti Nursahada menjelaskan masing-masing kategori pemberian bantuan. Lansia tidak potensial, misalnya. Bantuan sosial ini diberikan kepada warga yang telah memasuki usia senja. Namun, tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Bahkan, dalam kegiatannya sehari-hari harus dibantu orang lain. ‘’Kami berikan bantuan Rp 2 juta per orang,’’ tuturnya.

Tahun ini, Dinsos PPPA mendata ada 120 orang yang memenuhi kriteria bantuan tersebut. Proses pengajuannya dilakukan oleh kelurahan. Mereka melakukan pendataan terhadap warganya. Sehingga, tidak berdasarkan database kemiskinan dari pemerintah pusat.

‘’Para penerima ini sudah ter-SK-kan oleh walikota. Sebelum pencairan, akan kami verifikasi dulu,’’ ujarnya. Menurut Nursahada, lansia tidak potensial yang sudah masuk dalam SK walikota namun meninggal dunia sebelum pencairan, maka bantuannya hangus. Artinya, tidak dapat dialihkan ke ahli warisnya.

Selain bantuan terhadap lansia tidak potensial, anggaran juga disalurkan kepada penerima yang berhak lainnya. Antara lain, 8 panti asuha yang masing-masing mendapatkan bantuan Rp 10 juta per tahun. Kemudian, Rp 7,5 juta untuk 3 orang janda perintis yang diberikan pada saat upacara Hari Pahlawan. Juga, bantuan uang saku kepada orang terlantar (OT).

‘’Setiap OT mendapatkan bantuan Rp 90 ribu,’’ ucapnya. OT adalah orang luar daerah Kota Madiun yang ingin kembali ke daerah asalnya namun sudah tidak memiliki uang untuk membiayai perjalanannya. Sejak Januari-September, sudah ada 54 orang yang mendapatkan bantuan ini.

Khusus bantuan untuk OT, Dinsos PPPA memberikan syarat tambahan. Yakni, surat keterangan dari kepolisian. Sebab, bantuan ini rawan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Dengan tambahan syarat ini, harapannya bantuan dapat disalurkan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. ‘’Kami juga mengkonfirmasi dengan petugas dinsos di daerah lainnya untuk memastikan bahwa orang tersebut benar-benar terlantar,’’ imbuhnya.

Sementara itu, bantuan dalam bentuk lainnya antara lain pelatihan tata boga untuk wanita rawan sosial ekonomi. Keterampilan yang diajarkan cukup mudah dan sederhana. Seperti, membuat aneka kue, kripik, dan kerupuk. Harapannya, dapat segera dipraktekkan dan membantu mereka untuk meningkatkan taraf sosial dan ekonominya. ‘’Ke depan kami akan tingkatkan lagi dengan pelatihan lain,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Don`t copy text!