KPU Suguhkan Aplikasi, Cek Data Pemilih Cukup Lewat Genggaman Kini

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Oktober 2018

MADIUN – Tahapan pemilu 2019 sudah dimulai. Mereka yang akan bertarung di Pileg maupun Pilpres sudah mulai berkampanye merebut hati pemilih. Masyarakat juga kudu berkontribusi mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Salah satunya, dengan memberikan hak suaranya saat pengambilan suara kelak.

Namun, sebelum pada tahapan itu, baiknya dipastikan terlebih dahulu hak suara masing-masing masyarakat sudah terdaftar atau sebaliknya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak masyarakat untuk turut memeriksa hak pilihnya. Gerakan melindungi hak pilih (GMPH) digencarkan. Sosialisasi gerakan ini dimulai 1 hingga 28 Oktober nanti.

‘’Gerakan melindungi hak pilih ini merupakan upaya untuk memberikan keadilan kepada seluruh warga negara Indonesia terutama dalam hal hak memberikan suara saat pemilu,’’ kata Ketua KPUD Kota Madiun Sasongko, Selasa (16/10).

Warga yang memiliki hak suara diharap tidak ada lagi yang tertinggal. Caranya dengan memastikan namanya terdaftar jauh-jauh hari sebelum tahapan pemungutan suara. Cara ini juga untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. Sebab, pengecekan identitas dilakukan masyarakat secara mandiri. KPU memberikan berbagai layanan.

‘’Untuk mengecek identitas pemilih sudah ada atau belum, data yang diberikan sudah benar atau belum dapat melalui tiga cara. Yakni, datang langsung ke kantor kelurahan, memeriksa melalui website, dan memeriksa melalui aplikasi,’’ terangnya.

Daftar pemilih tetap hasil perubahan memang sudah mengemuka. Masyarakat dapat melihatnya langsung di kantor kelurahan. Namun jika dirasa kurang praktis, KPU menyediakan cara lain. Data pemilih dapat dicek melalui alamat website www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Masyarakat bakal disuguhkan kotak dialog berisi nama dan NIK KTP elektronik. Kemudian klik button cari.

‘’Di bawahnya akan muncul kotak dialog tambahan yang memuat data pemilih. Mulai, nama, jenis kelamin, nama provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan nama kelurahan hingga nomor TPS. Jika data itu belum muncul, dimungkinkan yang bersangkutan belum terdaftar,’’ jelasnya.

Layanan pemeriksaan data pemilih juga sudah melalui aplikasi berbasis android. Namanya, KPU RI Pemilu 2019. Aplikasi dapat diunduh melalui play store. Pengecekan melalui aplikasi ini nyaris sama. Masyarakat akan disuguhkan dengan tiga menu pilihan. Yakni, cek pemilih, info KPU, dan Pemilu 2019. Sama dengan di website, masyarakat wajib mengisi NIK dan nama depan kemudian pilih button cek. Kotak dialog berisi data pemilih bakal muncul. Sedang menu info KPU, masyarakat bakal diarahkan ke alamat website kpu.go.id. Terkait menu ketiga, belum dapat diakses saat tim madiuntoday mencobanya.

‘’Laporkan jika ada kesalahan identitas atau tercatat belum terdaftar. Cara melapor bisa melalui kantor kelurahan, petugas PPS atau PPK, bisa juga melapor ke kantor KPUD setempat. Pelaporan juga bisa melalui website dan aplikasi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

MADIUN - Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah pusat resmi membatalkan status PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Pernyataan ini dirilis melalui laman...

Don`t copy text!