Tak Hanya Rokok, Minuman Beralkohol Juga Punya Pita Cukai

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Oktober 2018

MADIUN – Pita cukai tak hanya dikenakan pada produk hasil olahan tembakau saja. Peraturan yang sama juga diberlakukan bagi minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Namun, dengan desain dan penggunaan yang berbeda.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor Per-29/BC/2017, pita cukai MMEA disediakan dalam bentuk lembaran satu seri. Jumlahnya, 60 keping per lembar dengan ukuran masing-masing 1,5×7 sentimeter. ”Bentuknya mirip pita cukai rokok, hanya warna dasarnya yang berbeda,” tutur Staf Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun Faizal Wartomo.

Warna pita cukai MMEA yang dibuat di Indonesia adalah biru kombinasi hijau. Pita cukai ini digunakan untuk MMEA golongan B. Yakni, dengan kadar alkohol 5-20 persen.

Sumber: bcukai.blogspot.com

Berbeda halnya dengan MMEA buatan Indonesia golongan C. Yaitu, minuman yang kadar alkoholnya di atas 20 persen. Untuk minuman jenis ini, pita cukai yang digunakan adalah merah kombinasi hijau.

Sementara itu, warna pita cukai untuk MMEA impor juga berbeda. Yakni, warna abu-abu kombinasi merah untuk golongan A, jingga kombinasi merah untuk golongan B, dan biru kombinasi merah untuk golongan C.

”Untuk minuman beralkohol buatan dalam negeri yang golongan A memang tidak ditempeli pita cukai. Berbeda dengan yang buatan luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faizal menjelaskan, desain pita cukai MMEA tak jauh berbeda dengan pita cukai rokok. Setiap pita cukai memuat teks Republik Indonesia dan Cukai MMEA Impor atau Cukai MMEA Dalam Negeri.

Selain itu, juga disertai keterangan golongan alkohol, kadar alkohol, tarif cukai per liter, volume atau isi kemasan, angka tahun anggaran, serta teks mikro Bea Cukai Bea Cukai dan teks BCBC.

Pita cukai juga dilengkapi dengan hologram dengan ukuran lebar 0,6 sentimeter dan memuat teks BC dan RI. Pita cukai MMEA buatan dalam negeri juga diberi tambahan identitas khusus berupa karakter yang secara umum diambil dari nama pabrik.

Terkait identifikasi pita cukai MMEA asli, Faizal menuturkan bahwa caranya sama dengan identifikasi pita cukai rokok. Yakni, secara kasat mata, bantuan kaca pembesar, dan melalui lampu sinar UV. ”MMEA dengan pita cukai palsu atau tidak dilengkapi pita cukai tak hanya merugikan negara. Tapi juga dapat berbahaya bagi kesehatan,” tegasnya.

Setiap tahun, warna dan desain pita cukai selalu berubah. Tujuannya, untuk mengurangi potensi pemalsuan. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!