Mau Tambah Peralatan Usaha Tapi Minim Modal, Program Wirausaha Pemula Ini Patut Dicoba

Di Posting Oleh madiuntoday

26 Oktober 2018

MADIUN – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satu sektor pendongkrak perekonomian. Tak heran, pemerintah getol membantu pelaku usaha kecil agar terus tumbuh dan berkembang. Salah satunya, melalui kredit murah.

‘’Masing-masing jenjang pemerintah memiliki program kredit murah. Sebut saja, KUR (kredit usaha rakyat) dari pemerintah pusat dan kredit murah melalui PD Bank Perkreditan Rakyak (BPR) seperti di Kota Madiun,’’ kata Angga Wahyu Nurcahyo, staf Dinas Penanaman Modal PTSP dan KUM Kota Madiun, Jumat (26/10).

Angga yang menjadi narasumber pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Madiun itu menyebut bantuan permodalan itu cukup membantu. Bunga kreditnya cukup terjangkau. Seperti KUR yang hanya 7 persen pertahun. Sedang, Kredit Murah BPR hanya 6 persen setahun.

Pemkot Madiun, kata dia, menggelontorkan Rp 12 miliar untuk program Kredit Murah BPR tersebut. Penggunanya cukup banyak sejak dijalankan 2013 silam. Bila itu belum cukup, Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah membuka program hibah bagi wirausaha pemula. Pelaku usaha dapat menyodorkan rencana anggaran biaya (RAB) khusus peralatan dengan maksimal pengajuan Rp 13 juta. Program ini tentu sayang dilewatkan.

‘’Bantuan tidak berupa uang. Namun, berupa barang peralatan pendukung usaha dengan maksimal nominal Rp 13 juta,’’ terangnya.

Persyaratan juga cukup mudah. Usaha wajib sudah berjalan minimal enam bulan dan maksimal tiga tahun. Usaha yang sudah lebih dari tiga tahun tidak diperkenankan lantaran dianggap sudah dapat berjalan secara mandiri. Pun, bukan lagi pemula. Sedang, pelaku usahanya maksimal berusia 45 tahun dan sudah memiliki NPWP. Selain itu, pelaku usaha juga belum pernah mendapat bantuan dari kementerian koperasi ini.

‘’Pelaku usaha wajib membuat proposal. Kami akan menerbitkan surat pengantar untuk ke provinsi baru kemudian ke kementerian,’’ ujarnya.

Program ini, lanjutnya, ada setiap tahun. Ada sepuluh proposal dari Kota Madiun. Namun, hanya tiga di antaranya yang terealisasi tahun ini. Angga berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini untuk bersiap. Paling tidak untuk pengajuan tahun depan.

‘’Banyak program bantuan. Ini salah satunya. Kami ingin mendekatkan bantuan itu kepada masyarakat,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

MADIUN - Kasus sembuh mulai mengemuka. Setidaknya ada 12 sembuh hari ini, Jumat (28/1). Sementara itu, tidak ada penambahan kasus hari ini. Kasus aktif saat ini tinggal 24 kasus. Kesembuhan hari ini datang dari kasus nomor 7293, 7286, 7281, 7280, 7291, 7292, 7298,...

Don`t copy text!