UMKM Kota Karismatik Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

Di Posting Oleh madiuntoday

16 November 2018

MADIUN – Revolusi Industri 4.0 kian terdengar gaungnya. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian berupaya untuk menumbuhkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bangsa. Salah satunya dengan menggenjot sektor manufaktur di Indonesia.

Hal ini dinilai oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai suatu hal yang sepadan. Pasalnya, industri manufaktur telah menyumbang 20 persen PDB Indonesia dan membuka lebih dari 14 juta lapangan pekerjaan.

“Kementrian Perindustrian telah menyusun inisiatif Making Indonesia 4.0, untuk mengimplementasikan strategi dan Peta Jalan 4IR di Indonesia,” jelas Airlangga dalam materi Making Indonesia 4.0. Maka dari itu, diharapkan keikutsertaan setiap elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita ini.

Bak gayung bersambut, Pemerintah Kota Madiun menangkap fenomena revolusi industri sebagai agenda nyata yang harus dengan segera dijalankan. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja melakukan pelatihan mengenai internet marketing untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pelatihan tersebut merupakan bekal bagi pelaku usaha baru yang ingin merintis bisnisnya. Namun jika dilihat lebih jauh, Kota Madiun sebenarnya memiliki cukup banyak pelaku usaha yang menyadari akan hadirnya revolusi industri 4.0. Mereka telah memanfaatkan dan menerapkan strategi yang tepat di dunia internet marketing, untuk menjalankan usahanya.

Seperti yang dilakukan oleh Dian Rifai. Pemilik kedai Pojokan Kopi ini telah malang melintang di dunia perkopian. Baru saja dirinya didapuk menjadi narasumber untuk acara Wonderful Indonesia yang diadakan di Thailand.
Dalam perencanaan usahanya, dirinya mengatakan bahwa kunci kesuksesan berbisnis di era revolusi industri 4.0 adalah dengan penguatan brand.

“Disadari atau tidak, fenomena ini (revolusi industri, red) menyebabkan bebasnya informasi yang berkembang. Banyak yang dengan mudah mencontoh produk yang kita buat. Kalau pondasi dari brand atau produk tidak kuat, ya bisa dengan mudah goyah,” jelasnya.

Menurut Dian, beberapa cara meguatkan brand adalah dengan membuat kemasan produk semenarik mungkin, menciptakan tagline yang mudah diingat orang lain, dan promosi yang efektif melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan baik dari dalam maupun luar kota Madiun.

Senada dengan hal tersebut, owner Madiun Jajan Yenny mengatakan bahwa kehadiran internet mau tidak mau merubah kebiasaan orang. “Dulu ibu-ibu itu kalau belanja jajan ya di pasar, tapi sekarang mereka bisa pesan jajan lewat instagram,” terangnya.

Yenny mengaku bahwa di zaman serba internet ini, orang-orang akan lebih mudah tertarik dengan narasi cerita untuk membangun kepercayaan. “Kalau pas lagi makan dimana gitu, saya review makanan itu jujur bukan karena endorse. Jadi orang-orang itu nanti nyoba, ya sesuai. Dari sana saya bangun kepercayaan followers,” jelasnya.

Saat ini akun instagram yang dikelolanya memiliki jumlah pengikut sebanyak 30,3 ribu jiwa. Artinya di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang, semua kesempatan bisa menjadi peluang yang menggiurkan.

Tak berbeda dengan kedua pelaku usaha di atas, salah seorang pelaku usaha yang telah menerapkan strategi revolusi industri 4.0 adalah Gardina Aprilia Firstanti. Sejak tahun 2012 dia menggeluti bisnis melalui dunia maya. Berawal dari banyaknya online shop yang ramai di facebook pada saat itu, dia memantapkan diri untuk berjualan via online.

“Awalnya semua barang saya jual. Lalu akhirnya saya fokus di bidang kecantikan. Jualan masker yang saya buat sendiri dan beberapa kosmetik lainnya,” ujarnya.

Gadis asli Kota Madiun ini mengaku jika dalam usahanya, dia berusaha untuk memaksimalkan potensi daerahnya. Seperti bekerja sama dengan petani buah untuk produksi maskernya.

Selain itu juga memanfaatkan kemudahan teknologi untuk mempromosikan produk. “Ada empat akun instagram jualan saya, tujuannya agar produk yang saya jual itu tidak campur. Selain itu disetiap akun saya sambungkan dengan situs jual-beli online supaya pembeli dari kota lain bisa dengan mudah melakukan pemesanan,” jelasnya.

Gardina mengaku, di era revolusi industri 4.0 semua barang atau produk bisa dengan mudah diperjual-belikan. Namun, dia menekankan dalam setiap diri pelaku usaha harus mengutamakan tanggung jawab terhadap barang yang dijual. Agar terjalin rasa percaya antara penjual dan konsumen.

Nah, beberapa pelaku usaha di atas merupakan contoh nyata bahwa pengusaha di Kota Madiun sudah melek akan revolusi industri 4.0. Sesuai dengan roadmad Making Indonesia 4.0, contoh ini diharapkan dapat menyerap produktifitas tenaga kerja. Sehingga, dapat meningkatkan daya saing produk lokal untuk dapat bersaing di pangsa pasar global.

Harapannya, ke depan konsumsi domestik menjadi lebih kuat dan Indonesia dapat menjadi salah satu dari 10 besar ekonomi dunia. (Dhevit/kus/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

MADIUN - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik terus berlanjut. Mulai Senin (1/3), jajaran Polres Madiun Kota mengikuti kegiatan penyuntikan vaksin untuk meningkatkan imun tubuh terhadap Virus Korona tersebut. Proses penyuntikan...

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin memperluas penggunaan GeNose C19 di stasiun. Terbaru, mereka menambahkan empat stasiun lagi untuk menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ini. Salah satunya, di Stasiun Besar Madiun. Layanan pemeriksaan GeNose C19 di...

Don`t copy text!