Community Fest, Media Sosialisasi Cukai Efektif nan Kekinian

Di Posting Oleh madiuntoday

24 November 2018

MADIUN – Community Fest 2018 terbukti media sosialisasi ketentuan cukai yang efektif. Sosialisasi langsung tersampaikan kepada ribuan masyarakat yang hadir sedari awal. Masyarakat tumplek blek. Ini tak terlepas dari berbagai suguhan acara yang disajikan. Berbagai motor dan mobil modifikasi berderet rapi. Jumlahnya, ratusan lebih. Ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi pecinta otomotif.

Belum lagi sejumlah lomba lain. Mulai dance, model, fotografi, dan limbo car. Berbagai hiburan juga mengemuka. Di antaranya, musik band, barongsai, jaranan, dan dangdut yang masih akan tersaji nanti malam. Masyarakat pastinya bakal lebih ramai.

“Pesan ketentuan cukai terus kami sisipkan sepanjang acara. Harapannya, pesan tersampaikan secara maksimal,” kata Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri, Sabtu (24/11).

Pesan cukai disampaikan dengan beragam cara. Mulai tulisan banner yang terpampang disejumlah titik di lokasi kegiatan. Berbagai macam stiker hingga pesan secara langsung yang disampaikan pembawa acara. Pesan disampaikan secara kontinyu. Harapannya, tertanam dalam hati peserta maupun pengunjung. Subakri menambahkan sosialisasi dengan media seperti ini dinilai lebih mengena dibanding cara konvensional.

“Cukai merupakan salah satu pemasukkan negara. Penting diketahui masyarakat. Pemerintah berkewajiban mensosialisasikan,” ujarnya.

Giat Community Fest memang digagas Dinas Kominfo Kota Madiun sebagai sarana sosialisasi ketentuan cukai. Selain itu, juga wadah pecinta otomotif di Kota Madiun dan sekitar. Media hiburan dan promosi juga tersaji. Peserta tidak hanya dari kota pecel dan sekitar. Namun, juga berbagai daerah lintas provinsi. Tak heran, sosialisasi semakin tersebar luas.

“Pemahaman akan aturan cukai penting. Bukan hanya bentuk kontribusi kepada negara. Tapi juga kepada masyarakat. Sebab, sebagian dana cukai kembali kepada masyarakat. Kegiatan ini salah satu wujudnya,” imbuhnya.

Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun David Julian Ichtiano menyebut terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Yakni, etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Hasil tembakau paling banyak beredar. Di antaranya, klobot, tembakau iris, dan rokok. Terbaru, rokok elektrik juga wajib cukai. Masyakarat wajib tahu. Memperjual-belikan rokok wajib membayar cukai. Sebaliknya, melanggar ketentuan cukai, pidana menanti. Masyarakat wajib menjalankan aturan. Jangan membeli rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, dan berpita cukai tidak sesuai peruntukan.

“Dua persen dana cukai dikembalikan kepada masyakarat. Seperti untuk pembiayaan kegiatan seperti ini. Semakin besar pemasukan cukai kepada negara, semakin besar pula dana yang dikembalikan kepada masyarakat,” ungkapnya. (dhevit/rahmad/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018 #KerjaKita #BikinIndonesiaMaju #madiun #ngawi #ponorogo #magetanhits #magetan #nganjuk #sidoarjo #pacitan #madiunhits #tuban #bondowoso #bojonegoro #ngawihits #mojokerto #gresik #ponorogohits
#madiunhits #madiunkotagadis #pacitanhits #exploremagetan #ngawiramah #infomadiun #madiunpopuler

Artikel Terkait

Don`t copy text!