Melalui Madiun Creator Fest 2018, Diskominfo Ajak Masyarakat Waspada Barang Kena Cukai Ilegal

Di Posting Oleh madiuntoday

8 Desember 2018

MADIUN – Terbukti menjadi media yang efektif, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun semakin gencar mensosialisasikan terkait cukai. Tak terkecuali dalam gelaran Madiun Creator Fest 2018.

Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun David Julian Ichtiano kembali didapuk menjadi narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, David menjelaskan tentang 5 jenis barang kena cukai baru. Yakni, e-liquid untuk vape elektrik, tobacco capsule, chewing tobacco, snuff tobacco, dan tobacco molases.

Sejak 1 juli 2018, lima barang yang masuk dalam turunan hasil tembakau itu dikenai pajak cukai. Yakni, sebanyak 57 persen dari harga jual eceran (HJE) barang tersebut.

Menurut David, pendapatan negara yang berasal dari cukai dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan. Mulai jalan dan jembatan, membangun sarana dan fasilitas kesehatan, hingga peningkatan produktivitas pelaku UMKM.

Meski demikian, ada kendala yang menyebabkan pendapatan cukai tak maksimal. Salah satunya disebabkan oleh pemalsuan pita cukai atau barang kena cukai namun tidak melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

“Sejak 2 tahun terakhir Kota Madiun aman dari peredaran rokok ilegal,” ungkapnya.

Meski begitu, pengawasan terhadap barang wajib cukai terus dilakukan oleh tim dari Bea Cukai. “Kami juga mengimbau madyarakat untuk ikut memerangi peredaran barang kena cukai ilegal,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)



Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!