Bea Cukai Madiun Musnahkan Ribuan Hasil Tembakau Ilegal

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Januari 2019

MADIUN – Sepanjang 2018, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun telah melakukan penindakan di bidang kepabean dan cukai wilayah Madiun. Hasilnya, ada lima surat bukti penindakan (SBP) dengan nilai total Rp 5.260.840.

Hasil penindakan tersebut telah dimusnahkan, Rabu (16/1). Proses pemusnahan barang bukti berlangsung di KPPBC TMP C Madiun dengan dipimpin oleh kepala kantor tersebut, Gatot Priyo Waspodo.

Serta, didampingi oleh Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun Adi Wibowo, perwakilan Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesra Kota Madiun Budi Setyawan dan perwakilan Bagian Administrasi Perekonomian Pemkab Magetan Citra Setyoningrum.

‘’Hari ini kami lakukan pemusnahan barang bukti. Hal ini menunjukkan konsentrasi kami dalam melaksanakan pemberantasan rokok ilegal di eks-Karesidenan Madiun,’’ tutur Gatot saat diwawancarai setelah proses pemusnahan.

Lima SBP tersebut tiga di antaranya berasal dari Ngawi. Yakni, Kecamatan Ngrambe, Sine, dan Widodaren. Serta, dua lainnya berasal dari Ponorogo dan Kota Madiun. Rinciannya, 5.220 batang hasil tembakau berupa sigaret kretek mesin (SKM) dan 48.890 gram tembakau iris.

Usulan pemusnahan barang milik negara ini telah disampaikan kepada Menteri Keuangan melalui kepala KPKNL Madiun pada 9 Maret 2018. Kemudian, turun surat persetujuan pemusnahan pada 12 November 2018.

Menurut Gatot, tren peredaran rokok ilegal masih terjadi di wilayah eks-Karesidenan Madiun. Terutama, di daerah-daerah pinggiran. ‘’Itu menjadi perhatian kami. Ke depan, akan kami tingkatkan pengawasan di daerah itu,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan, saat ini masih ada 7,0 persen hasil tembakau ilegal yang beredar di wilayah Indonesia berdasarkan survei Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pemerintah pusat telah menargetkan penurunan peredaran hasil tembakau ilegal hingga 2020 nanti. ‘’Targetnya 3 persen. Harapannya angka itu bisa semakin turun hingga 0 persen,’’ ujarnya.

Gatot pun mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap peredaran hasil tembakau ilegal. Selain tidak memiliki izin edar, produk ilegal berpotensi mengandung bahan-bahan berbahaya. Sehingga, dapat mengganggu kesehatan. (irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!