Jadi Pahlawan PDB, Pemerintah Dorong Pengembangan UMKM

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Januari 2019

MADIUN- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan besar dalam menopang perekonomian negara. Bahkan di saat kondisi krisis global, pelaku UMKM masih bisa bertahan. Mereka juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara.

Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simongkir menuturkan, jumlah usaha kecil di Indonesia mencapai 93,4 persen pada 2018. ‘’Sedangkan, untuk usaha menengah ada 5,1 persen dan yang besar hanya 1 persen saja,’’ tuturnya dalam siaran pers.

Dari jumlah itu, UMKM di Indonesia berhasil menyumbang PDB kepada negara sebesar 60,43 persen pada 2018 lalu. Dengan demikian, keberadaan UMKM di Indonesia patut diperhitungkan. Bahkan, dikembangkan agar semakin memperkuat perekonomian negara.

Kabid Koperasi dan Usaha Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi Dan Usaha Mikro (DPMPTSPKUM) Kota Madiun Maryanto menjelaskan, UMKM memang dibedakan berdasarkan jenisnya. Hal ini sesuai dengan isi Undang-undang Nomor 20 tahun 2008.

Sebuah usaha dikatakan mikro jika memiliki aset kurang dari Rp 50 juta dan omset maksimal Rp 300 juta. Kemudian, usaha kecil memiliki aset Rp 50 – 500 juta dan omsetnya Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar. Sedangkan, usaha menengah memiliki aset Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar dengan omset Rp 2,5 miliar – 50 miliar.

Di Kota Madiun sendiri, jumlah UMKM tiap tahunnya selalu bertambah. Berdasarkan data dari DPMPTSPKUM, jumlah UMKM sebanyak 23.360. Rinciannya, 20.941 usaha mikro, 2.196 usaha kecil, dan 223 usaha menengah.

Sebagian di antara pelaku UMKM itu juga ada yang berjalan di sektor Industri Kecil Menengah (IKM). Sebuah UMKM dikatakan sebagai IKM jika melakukan proses produksi. Baik dari bahan mentah menjadi barang jadi maupun barang setengah jadi diolah menjadi barang jadi.

Saat ini, di Kota Madiun ada 363 pelaku IKM formal. Sedangkan, yang informal mencapai 649 unit. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono, IKM formal adalah mereka yang telah memiliki Izin Usaha Industri (IUI). ‘’Kalau yang informal, berarti belum memiliki IUI,’’ jelasnya.

Setiap tahun, Pemkot Madiun melalui Disnaker berupaya memfasilitasi warga. Terutama, bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan. Yakni, dengan berbagai pelatihan untuk pengembangan keterampilan. Harapannya, pelatihan itu dapat menjadi bekal mereka membangun usaha mandiri.

‘’Tak hanya pelatihan, kami juga mendorong para pengusaha untuk mendapatkan izin usaha. Sehingga, produk yang dihasilkan bisa memiliki area pemasaran yang lebih luas,’’ imbuhnya. (dhevit/kus/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Don`t copy text!