Lewat Sambung Rasa Warga, Pemkot Sisipkan Pesan Cukai

Di Posting Oleh madiuntoday

29 Januari 2019

MADIUN – Sosialisasi ketentuan cukai terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Beragam cara dilakukan. Terbaru melalui Forum Kehumasan dan Jumpa Pers bertajuk Sambung Rasa Walikota. Tak heran, sosialisasi langsung mengena kepada masyarakat. Acara yang digelar Pemkot Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut memang saran akan pesan cukai.

Ratusan masyarakat dari Kecamatan Taman tumplek blek di Taman Hijau Demangan (THD), lokasi acara, Selasa (29/1). Mulai ketua RT, RW, anggota PKK Kelurahan dan masyarakat umum. Kegiatan memang sekaligus wadah silaturahmi Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto kepada masyarakat. Khususnya masyarakat Kecamatan Taman. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Kecamatan Kartoharjo dan Manguharjo.

‘’Sebagai kepala daerah sudah sewajarnya menyapa masyarakat. Apalagi inikan di masa-masa akhir pemerintahan bapak walikota yang sekarang. Nah, tidak ada salahnya menyisipkan aturan-aturan pemerintah, salah satunya tentang cukai,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Subakri.

Pesan cukai melalui beragam cara. Mulai brosur yang diberikan kepada masyarakat, baliho dalam acara, hingga secara langsung dari pembawa acara, laporan panitia, hingga sambutan walikota. Pesan cukai juga sampai ke tangan media. Sebab, acara juga dihadiri insan pers di Kota Madiun. Belasan wartawan dari berbagai media hadir. Mereka diharap juga turut menyampaikan ketentuan cukai ini melalui media masing-masing.

‘’Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan melaksanakan aturan cukai, berarti telah turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. Sebab, sebagian dana cukai dikembalikan kepada masyarakat,’’ terangnya.

Klik gambar untuk memperbesar.

Berbagai pesan cukai mengemuka, mulai apa itu cukai, barang kena cukai, pengenalan pita cukai legal, hingga ciri-ciri rokok illegal yang banyak dijumpai di masyarakat. Cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu. Barang-barang ini perlu dikenakan cukai lantaran konsumsinya perlu dikendalikan dan peredarannya perlu diawasi. Sebab, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Terdapat tiga barang wajib cukai di tanah air. Yakni, Etil Alkohol atau Etanol, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan Hasil Tembakau.

Hasil tembakau menyumbang pemasukan cukai terbesar di tanah air. Mencapai Rp 153 triliun selama 2018. Sebab, hasil tembakau memang paling besar peredarannya. Mulai rokok dengan beragam jenisnya, cerutu, hingga hasil pengelolaan tembakau lain, seperti tembakau iris, tembakau Molasses (hasil tembakau yang biasanya digunakan untuk shisha), tembakau kunyah (chewing tobacco), Ekstrak dan Esens Tembakau (cairan pengisi vape dan kapsul tembakau) dan tembakau hirup (snuff tobacco).

‘’Terdapat pidana dari pelanggaran aturan cukai. Mulai denda hingga kurungan penjara. Mari selalu taati aturan cukai,’’ pungkasnya. (agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Don`t copy text!