Taman Hutan Kota Kian Asik Jadi Sarana Sosialisasi Cukai yang Menarik

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Maret 2019

MADIUN – Sosialisasi ketentuan cukai wajib dilakukan pemerintah daerah. Tak terkecuali Pemerintah Kota Madiun. Beragam cara dilakukan agar sosialisasi maksimal. Melalui Forum Kehumasan dan Jumpa Pers bertajuk Sambung Rasa Warga Kota yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, sosialisasi ketentuan cukai terasa beda, Selasa (19/3). Sebab, sosialisasi memanfaatkan sejuknya Taman Hutan Kota Madiun yang sudah bersolek indah kini. Suasana sejuk dan nyaman Taman Hutan Kota tersebut menambah kesan tersendiri.

Pesan cukai disampaikan dengan beragam cara. Bahkan, Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyampaikan ketentuan cukai secara langsung saat sambutan. Kegiatan memang salah satu sarana walikota menyapa warganya. Kali ini giliran masyarakat Kecamatan Manguharjo. Kegiatan sengaja bertempat di taman agar lebih hangat. Sebelumnya, walikota juga menyapa warga Kecamatan Taman dan Kartoharjo di Taman Hijau Demangan dan Taman Obor Kelurahan Oro-Oro Ombo.

‘’Sebagai pemerintah wajib terus mensosialisasikan aturan dan ketentuan. Termasuk ketentuan cukai. Ini penting karena cukai merupakan pemasukan Negara,’’ kata Kepala Diskominfo Subakri usai acara.

Masyarakat, kata dia, harus mengetahui dan memahami aturan cukai. Tak heran, pesan cukai terus diselipkan selama kegiatan. Selain itu, pesan cukai juga diselipkan melalui brosur yang dibagikan ke peserta. Masyarakat juga mendapatkan souvenir berupa cangkir yang juga bertuliskan pesan-pesan cukai. Belum lagi pesan langsung dari pembawa cara. Panitia juga menyediakan foto booth dengan pernak-pernik pesan cukai. Tak heran, pesan ketentuan cukai tersampaikan secara maksimal.

‘’Membayar cukai sesuai aturan berarti berkontribusi pada negara. Sebaliknya, melanggar berarti merugikan negara,’’ ujarnya.

Sekedar informasi, terdapat tiga barang yang wajib kena cukai di tanah air. Yakni, Etil Alkohol atau Etanol, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan Hasil Tembakau. Ketiga barang tersebut wajib dikenakan cukai lantaran peredarannya harus dikendalikan. Sebab, pemanfaatannya memberikan dampak negatif pada tubuh.

Hasil tembakau menyumbang pemasukan cukai terbesar di tanah air. Mencapai Rp 153 triliun selama 2018. Sebab, hasil tembakau memang paling besar peredarannya. Mulai rokok dengan beragam jenisnya, cerutu, hingga hasil pengelolaan tembakau lain, seperti tembakau iris, tembakau Molasses (hasil tembakau yang biasanya digunakan untuk shisha), tembakau kunyah (chewing tobacco), Ekstrak dan Esens Tembakau (cairan pengisi vape dan kapsul tembakau) dan tembakau hirup (snuff tobacco). (dhevit/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Don`t copy text!