Diikuti 1.500 Peserta, Gowes Bengi Bareng Pak Wali Jadi Media Sosialisasi Cukai dan Edukasi

Di Posting Oleh madiuntoday

30 Mei 2019

MADIUN – Community Fest Ramadan Night Ride Gowes Bengi Bareng Pak Wali bukan sekedar ajang penghobi bersepeda. Kegiatan yang berlangsung, Rabu (29/5) malam itu terbukti juga media sosialisasi dan edukasi yang baik. Sebab, gowes malam tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta. Pesan yang disampaikan dapat langsung diterima ribuan masyarakat.

‘’Sosialisasi memang perlu dikemas menarik agar masyarakat tertarik. Apresiasi bagi Pemkot Madiun yang mengemas sosialisasi dengan kegiatan seperti ini,’’ kata Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun David Julian Ichtiano.

Pihak bea cukai memang dilibatkan dalam kegiatan. Tak heran, kesempatan itu dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi ketentuan cukai. Kegiatan sosialisasi semakin mengena melalui kuis yang melibatkan peserta. Artinya, interaksi terjalin. David menyebut cukai penting terus disampaikan kepada masyarakat. Sebab, cukai merupakan salah satu jenis pungutan untuk pemasukan negara. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara.

‘’Target cukai terus ditingkatkan setiap tahunnya. Sekedar informasi untuk 2018 lalu pendapatan negara dari sektor cukai mencapai Rp 196 triliun,’’ imbuhnya sembari menyebut target 2019 ini mencapai Rp 208,8 triliun.

David menyebut terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Yakni, etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Hasil tembakau paling banyak beredar. Di antaranya, rokok, klobot, tembakau iris, dan hasil tembakau lain. Di antaranya, tembakau hirup, tembakau kunyah, hingga essen dan ekstrak yang biasa digunakan dalam rokok elektrik atau vapor. Masyakarat wajib tahu. Memperjual-belikan rokok wajib membayar cukai. Sebaliknya, melanggar ketentuan cukai, bisa berujung pidana.

“Barang-barang ini wajib kena cukai karena produksinya harus dibatasi dan peredarannya harus diawasi karena pengkonsumsiannya menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.

Cukai, kata dia, memiliki beragam peruntukan. Mulai pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana pendidikan hingga pembayaran jaminan kesehatan melalui BPJS.

“Dua persen dana cukai dikembalikan kepada masyakarat. Seperti untuk pembiayaan kegiatan seperti ini. Semakin besar pemasukan cukai kepada negara, semakin besar pula dana yang dikembalikan kepada masyarakat,” ungkapnya sembari berharap masyarakat turut melaporkan jika menemukan rokok ilegal. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!