Tekan Peredaran Barang Ilegal, Bea Cukai Laksanakan Operasi Gempur

Di Posting Oleh madiuntoday

28 Juni 2019

MADIUN – Upaya pengedaran barang-barang ilegal rupanya masih marak di pasaran. Tak terkecuali, terhadap barang kena cukai hasil tembakau (BKCHT). Karena itu, penindakan dan pengawasan tak pernah henti dilaksanakan oleh pemerintah.

Salah upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar operasi pengawasan peredaran BKCHT ilegal. Dengan call sign GEMPUR, operasi tersebut dilaksanakan serentak dan terpadu di seluruh Indonesia. Tak terkecuali oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun.

‘’Operasi GEMPUR dilaksanakan pada periode 17 Juni 2019 hingga 14 Juli 2019 mendatang,’’ terang Kepala KPPBC Madiun Gatot Priyo Waspodo dalam rilis operasi GEMPUR di Kantor Bea Cukai Madiun, Jumat (28/6).

Pada kesempatan itu Gatot menjelaskan, operasi GEMPUR diinisiasi atas dasar penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Yakni, pada 2017 lalu dari total peredaran rokok di Indonesia, 12,14 persennya adalah rokok ilegal.

Kemudian, terjadi penurunan jumlah peredaran rokok ilegal pada 2018. Yakni, hanya 7,04 persen. ‘’Indikator ini merupakan suatu patokan yang dipakai pemerintah untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga 3 persen pada 2019,’’ paparnya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2019, KPPBC Madiun telah melaksanakan 14 penangkapan. Dengan barang sitaan mencapai 865.420 bungkus rokok ilegal. ‘’Saat ini sedang dalam proses penindakan,’’ imbuhnya.

Dengan pelaksanaan operasi GEMPUR, Gatot berharap peredaran barang kena cukai ilegal dapat semakin ditekan. Sehingga, kerugian negara juga dapat diminimalisasi. ‘’Selain itu, memberikan suasana kondusif terhadap peredaran BKCHT yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai,’’ tandasnya. (irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

MADIUN - Pemerintah Kota Madiun terus memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Terutama, dalam upaya mencegah peningkatan angka penularan Covid-19 di Kota Madiun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan...

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

MADIUN - Peringatan Hari Disabilitas Internasional dirayakan dengan cara yang sederhana namun berkesan di Kota Madiun. 118 penyandang disabilitas diajak keliling kota oleh Wali Kota Madiun Maidi menggunakan bus wisata. Bahkan, wali kota mengemudikan sendiri sarana...

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

MADIUN - Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga turut diperingati di Kota Madiun. Rabu (8/12), Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak menggelar perayaan Hari Disabilitas bersama difabel Kota...

Don`t copy text!