Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Temukan Modus Pengumpulan Pita Cukai Bekas

Di Posting Oleh madiuntoday

2 Juli 2019

MADIUN – Sudah menjadi ketentuan bahwa setiap produk hasil olahan tembakau wajib disertai pita cukai dalam peredarannya. Aturan inipun berusaha disiasati oleh oknum tak bertanggungjawab. Salah satunya, dengan melekatkan pita cukai bekas pada rokok siap edar.

Modus ini berhasil diketahui oleh petugas Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun. Yakni, di wilayah Ngawi, Ponorogo, dan Magetan. Pita cukai bekas tersebut dijual dengan harga cukup murah kepada perusahaan rokok.

‘’Pelaku menjual Rp 2 ribu per lembar. Padahal, pita cukai resmi dari pemerintah harganya Rp 10.280 per lembar,’’ tutur Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun Juni Pudji Kurniawan.

Menurut Juni, modus ini dilakukan dengan melepas pita cukai yang ada di bungkus rokok dengan hati-hati. Sehingga, tidak sampai rusak atau sobek. Pita cukai tersebut lantas dikumpulkan dan dijual kembali ke perusahaan rokok dengan harga yang jauh lebih murah dari harga aslinya.

Sepanjang 2019, KPPBC Madiun telah menemukan 116.200 lembar pita cukai bekas. Modus yang digunakan pelaku pun beragam. Salah satunya dengan mengelabui penjual rokok untuk mengumpulkan pita cukai dengan iming-iming hadiah tertentu.

Lebih lanjut, Juni menjelaskan, selama ini pemerintah telah menetapkan aturan pemasangan pita cukai pada produk hasil tembakau. Yakni, di tempat-tempat yang mudah koyak. ‘’Jadi saat bungkus produk dibuka, pita cukai langsung sobek,’’ terangnya.

Pengumpulan pita cukai bekas sudah tentu merugikan negara. Karenanya, Juni mengimbau kepada masyarakat maupun penjual rokok untuk tidak tertipu jika ada oknum yang meminta mengumpulkan pita cukai bekas. KPPBC juga akan terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap aksi-aksi yang dapat merugikan negara. (irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

MADIUN - Pemerintah Kota Madiun terus memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Terutama, dalam upaya mencegah peningkatan angka penularan Covid-19 di Kota Madiun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan...

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

MADIUN - Peringatan Hari Disabilitas Internasional dirayakan dengan cara yang sederhana namun berkesan di Kota Madiun. 118 penyandang disabilitas diajak keliling kota oleh Wali Kota Madiun Maidi menggunakan bus wisata. Bahkan, wali kota mengemudikan sendiri sarana...

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

MADIUN - Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga turut diperingati di Kota Madiun. Rabu (8/12), Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak menggelar perayaan Hari Disabilitas bersama difabel Kota...

Don`t copy text!