Yuk, Kenali Jenis-Jenis Polisi Tidur Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan…

Di Posting Oleh madiuntoday

17 Juni 2020

Beda Speed Bump, Speed Hump, dan Speed Table

MADIUN – Pengguna kendaraan bermotor di jalan raya wajib mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Termasuk, mengendalikan kecepatan kendaraan dan menjaga keamanan diri beserta pengguna jalan yang lainnya. Sanksi tegas akan diberlakukan bagi pelanggar aturan.

Untuk mengantisipasi pelanggaran, pemerintah tak hanya memasang rambu-rambu lalu lintas di jalan raya. Tetapi, juga menyediakan alat khusus untuk mengendalikan batas kecepatan kendaraan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan, terdapat tiga alat pembatas kecepatan yang diakui. Yakni, speed bump, speed hump, dan speed table. Secara umum, biasa disebut sebagai polisi tidur oleh masyarakat.

Di dalam pasal 1 PM Perhubungan tersebut dijelaskan maksud dari masing-masing alat pembatas kecepatan. Speed bump merupakan alat yang digunakan hanya pada area parkir, jalan privat, atau jalan lingkungan terbatas dengan kecepatan operasional di bawah 10 kilometer/jam.

Kemudian, speed hump adalah alat pembatas kecepatan yang digunakan pada jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan. Serta, tempat penyeberangan jalan. Dengan kecepatan operasional di bawah 40 kilometer/jam.

Sedangkan, speed table adalah alat pembatas kecepatan yang digunakan pada jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan. Serta, tempat penyeberangan jalan dengan kecepatan operasional di bawah 40 kilometer/jam.

Saat ini, Kota Madiun juga telah memiliki speed table. Yakni, di Jalan Pahlawan Kota Madiun. Tepatnya, di depan Balaikota Madiun dan Plaza Madiun. Rencananya, juga akan ditambah satu lagi di depan rumah dinas walikota.

Speed table memiliki ukuran tinggi antara 8-9 sentimeter, lebar bagian atas 660 sentimeter, dan kelandaian paling tinggi 15 persen. Tidak hanya berfungsi sebagai pembatas kecepatan, area ini nantinya juga dimanfaatkan sebagai zebra cross. Sehingga, meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Khususnya, pejalan kaki yang ingin menyeberang. (irs/madiuntoday)

Artikel Terkait