Genjot Ekonomi Berbasis Lokal, Pemkot Kucurkan Rp 261 Juta Tiap Kelurahan

Di Posting Oleh madiuntoday

2 Oktober 2020

MADIUN – Upaya pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi ditingkat kelurahan makin dimaksimalkan. Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan Rp 261 juta tiap kelurahan. Duit itu mulai dicairkan dalam bulan ini.

‘’Tiap kelurahan memiliki dana kelurahan sebesar Rp 350 juta untuk pencegahan Covid-19. Ini kita tambah Rp 261 juta untuk peningkatan ekonominya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (2/10).

Dana kelurahan tahun ini memang banyak yang digunakan untuk penangan Covid-19. Mulai alat penyemprot, thermogun, hingga tempat cuci tangan, hingga bantuan-bantuan lain. Alat penyemprot dan thermogun diberikan pada setiap RT. Sedang tempat cuci tangan untuk dititik tertentu yang dirasa perlu. Nah, pemulihan ekonomi juga penting dilakukan. Karenanya, wali kota menambah anggaran Rp 261 juta untuk tiap kelurahan. Duit tersebut berangkat dari DID pemerintah pusat untuk Kota Madiun Rp 14,9 miliar. DID didapat lantaran Kota Madiun dinilai cukup baik dalam penanganan Covid-19.

‘’Saya ingin dana ini untuk ngegas ekonomi. Perbaikan lapak UMKM, jalur sepeda, perbaikan taman, dan lain sebagainya. Titik-titik ekonomi baru di tiap kelurahan ini akan kita koneksikan satu sama lainnya melalui jalur sepeda wisata,’’ imbuh wali kota.

Wali kota menambahkan setiap kelurahan juga harus memiliki semacam Pahlawan Street Centre (PSC). Bedanya ini di tingkat kelurahan. Titik tersebut harus dibuat menarik dan menjadi pusat UMKM di kelurahan tersebut. Jalur itu yang nanti akan dilewati jalur sepeda wisata. Produk unggulan di kelurahan tersebut juga disajikan di PSC kelurahan. Karenanya, wali kota berharap pelaku UMKM juga bersiap dari sekarang. Produk dikemas menarik dan kualitas dijaga.

‘’Pemerintah melalui kelurahan menyiapkan tempatnya. Kita beri anggaran Rp 261 juta. Masyarakat yang punya produk disiapkan dari sekarang. Tempatnya jadi, produknya siap,’’ imbuh wali kota.

Seperti Kelurahan Manisrejo yang sudah memiliki desain pembangunan calon tempat produk UMKM. Lokasinya di jalan baru Pagu Indah. Pembangunan ditargetkan selesai Desember nanti. Lokasi tersebut rencananya juga akan dilewati rute sepeda wisata 25 kilometer. Selain itu, juga melewati kampung tangguh. Tak heran, sebagian anggaran itu juga digunakan untuk mempercantik kampung tangguh.

‘’Kita geliatkan perekonomian di tingkat kelurahan. Inilah yang dimaksud Presiden terkait intervensi berbasis lokal untuk pencegahan dan pemulihan ekonomi saat pandemi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!