Berkonsep Tradisional, Lapak UMKM Kelurahan Kejuron Tak Kalah Menjual

Di Posting Oleh madiuntoday

6 Oktober 2020

MADIUN – Program peningkatan perekonomian di tingkat kelurahan melalui pembangunan lapak UMKM terus berlanjut. Setelah Kelurahan Manisrejo dengan rencana food court-nya, Kelurahan Kejuron juga tampil dengan rencana serupa. Bahkan, Kelurahan Kejuron berencana membangun dua tempat sekaligus untuk memberikan tempat bagi pada pelaku UMKM tersebut.

‘’Kita bagi dua lokasi. Pertama di Jalan Kapten Saputro atau aset di barat kantor Kelurahan Kejuron. Kedua di area Lapangan Olahraga Gulun,’’ kata Lurah Kejuron M Yusuf Asmadi, Selasa (6/10).

Desain awal pembangunan lapak untuk di titik pertama sudah jadi. Yusuf menyebut pembangunan bakal berkonsep tradisional. Banyak menggunakan kayu dan bukan bahan logam seperti seng, besi ataupun rangka galvalum. Kendati begitu, Yusuf menyebut konsep tak kalah menjual. Apalagi, di aset kelurahan tersebut sudah biasa digunakan berjualan mie jawa dengan sistem pemanasan menggunakan arang. Artinya, sudah ada embrio dan benar-benar masih tradisional. Tempat tersebut akan diperbaiki agar lebih menjual dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

‘’Nanti bukan hanya untuk pedagang mie, tetapi PKK juga masuk untuk mengelola. Jadi mungkin jenis makanan yang dijual bisa lebih beragam,’’ ungkapnya sembari menyebut desain untuk titik kedua masih dalam proses.

Lokasi tersebut memiliki luas 3×9 meter. Pun, terdapat sedikit halaman. Nah, pihaknya juga bakal menambahkan payung dan tempat duduk agar semakin nyaman. Begitu juga dengan yang lokasi kedua nanti. Berkonsep tradisional dan memiliki banyak tempat duduk. Untuk lokasi kedua rencananya tepat di sisi pojok selatan timur lapangan. Jalan di sisi timur Lapangan Gulun memang sebagai jalur sepeda wisata nanti.

‘’Di sini ada banyak UMKM. Di antaranya, untir-untir, lempeng, sambel pecel, bluder mini dan lainnya. Untuk pengelolaan, nanti kita bekerja sama dengan PKK dan LPMK. Prinsipnya pemerintah memberi tempat untuk berjualan bagi pelaku UMKM. Nanti jadwalnya akan kita atur,’’ terangnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan anggaran Rp 261 juta tiap kelurahan untuk peningkatan perekonomian. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan lapak-lapak UMKM di kelurahan. Lokasi lapak tersebut akan dilewati jalur sepeda wisata. Artinya, keberadaan produk UMKM akan disuguhkan bagi pesepeda yang melintas. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

MADIUN - Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah pusat resmi membatalkan status PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Pernyataan ini dirilis melalui laman...

Don`t copy text!