Rencana Pembangunan Lapak UMKM, Kelurahan Klegen Usung Konsep Wisata Buatan Bernuansa Alam

Di Posting Oleh madiuntoday

7 Oktober 2020

MADIUN – Lapak UMKM Kelurahan Klegen tak kalah ciamik dengan di kelurahan lain. Pasalnya, pembangunan lapak UMKM program peningkatan perekonomian lokal di Kelurahan Klegen bakal bernuansa alam. Ya, pembangunan tempat berjualan berkonsep food court itu rencananya berada di areal persawahan. Tak heran, tempat tersebut cukup menarik lantaran kontras dengan gografis perkotaan.

‘’Rencananya nanti di lahan bengkok Semendung tepatnya di RW 6. Tempatnya di antara hantaran persawahan,’’ kata Lurah Klegen Yayak Muflihana Hanik, Rabu (7/10).

Artinya, nuansa alam dikemas menjadi daya tarik utama. Tentu di dukung dengan desain bangunanya. Rencananya, food court di atas lahan seluas 800 meter itu dikonsep ala kafe kekinian. Jalan menuju lokasi menggunakan kayu palet. Yayak menyebut seperti tempat wisata Svarga Bumi di Magelang. Sasarannya, memang anak muda. Konsep pengelolaan memang belum mengemuka. Namun, muncul wacana melibatkan karang taruna selain PKK dan LPMK.

Yayak menambahkan food court juga bakal dilewati jalur sepeda wisata. Hanya, jalur sepeda tersebut masih akan dibangun OPD terkait pada 2021 nanti. Namun, masyarakat tetap bisa menjangkau lokasi setelah food court jadi. Yakni, melewati Jalan Bakti Wijaya untuk menuju areal persawahan tersebut. Tetapi akses menuju lokasi belum layak untuk jalur sepeda saat ini.

‘’Untuk menuju ke sana saat ini hanya ada jembatan kecil. Tetapi rencananya dari OPD terkait akan dilakukan pembangunan jalur sepeda wisata. Jadi baru bisa benar-benar maksimal setelah jalur sepedanya jadi,’’ ungkapnya.

Lokasi persawahan sengaja dipilih untuk memberikan nuansa berbeda. Selain alami, kondisi persawahan juga mendukung. Yayak menyebut areal persawahan di sana berbentuk terasering atau berundak-undak. Artinya, seperti tempat wisata persawahan kebanyakan. Tempat seperti itu tentu sulit ditemukan di daerah perkotaan. Karenanya, food court ini layak dinantikan.

‘’Di Klegen juga ada beragam produk UMKM unggulan seperti onde-onde, kue lumpur, dan kopi. Selain itu juga ada kerajinan dari PKK. Besar kemungkinan akan ada di sana nanti. Apalagi, juga ada bantuan gerobak dari DPMPTSPKUM untuk tempat berjualan. Artinya, semakin banyak lapak untuk berjualan di tempat baru itu nanti,’’ ujarnya.

Kondisi sekitar lokasi juga mendukung. Lokasi, kata Yayak, dekat dengan kampung tangguh dan pasar krempeng. Artinya, sudah ada aktivitas jual-beli di sekitar lokasi. Selain itu, lokasi sekitar juga direncanakan bakal dibangun kampung tematik yang juga dari OPD terkait. Artinya, lokasi bisa menjadi satu rangkaian wisata buatan namun bernunasa alam.

‘’Seperti di kelurahan lain, pembangunan memang baru sebatas konsep saat ini. Tetapi kami optimis akan terlaksana. Ini demi kemajuan perekonomian kita bersama,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan Rp 261 juta untuk tiap kelurahan. Duit tersebut bersumber Dana Intensif Daerah (DID) sebesar Rp 14,9 miliar yang didapat Pemkot Madiun dari pemerintah pusat. Dana tersebut digunakan untuk percepatan pemulihan perekonomian di masa pandemi. Pembangunan tempat berjualan baru di tiap kelurahan itu akan dikoneksikan melalui jalur sepeda wisata. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

PPKM Level 3 Dibatalkan, Wali Kota : Pengetatan Tetap Dilakukan

MADIUN - Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah pusat resmi membatalkan status PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Pernyataan ini dirilis melalui laman...

Don`t copy text!