Berada di Areal Masjid dan Lapangan, Lapak UMKM Kelurahan Taman Dukung Peningkatan Ekonomi dan Wisata Religi

Di Posting Oleh madiuntoday

12 Oktober 2020

MADIUN – Lapak UMKM di Kelurahan Taman bersumber DID Rp 261 juta bakal terbagi di dua lokasi. Harapannya, agar UMKM di Kelurahan Taman semakin terfasilitasi. Lurah Taman Nanang Novianto menyebut lokasi pertama berada di areal parkir Masjid Kuno Taman. Sedang, lokasi kedua berada di lapangan Taman.

‘’Konsep keduanya berbeda. Rencananya yang di parkir masjid berupa lapak-lapak. Kalau yang di lapangan hanya tempat untuk makan dan minum,’’ kata Nanang, Senin (12/10).

Terdapat lima lapak di areal parkir Masjid Kuno Taman nanti. Setiap lapak berukuran 3×3 meter. Lapak bakal didesain klasik. Hal itu menyesuaikan lokasi masjid yang menjadi bangunan cagar budaya. Satu lapak akan difokuskan untuk barang aksesoris bernuansa Islami. Maklum, Masjid Kuno Taman juga menjadi tempat wisata religi. Tak heran, aksesoris seperti tasbih, mukena, kopyah, dan produk kerajinan masyarakat ada di sana.

‘’Sedang, empat lapak lain akan digunakan untuk kuliner. Karena pelaku UMKM di Kelurahan Taman yang bergerak di bidang kuliner cukup banyak,’’ terangnya.

Nanang memberlakukan aturan khusus nanti. Aktivitas jual-beli wajib berhenti sejenak saat adzan dan salat. Kegiatan baru dibuka setelahnya. Pun, lapak juga akan menjadi semacam café mini ketika malam. Namun, pelaksanaannya seteleh pandemi nanti.

‘’Untuk pengelolaannya kita koordinasikan dengan paguyuban sekelurahan Taman. Paguyuban yang akan menjadwalkan pemanfaatan lapak-lapak itu,’’ ungkapnya sembari menyebut bantuan gerobak dari DPMPTSPKUM juga akan ditempatkan di areal masjid.

Sedang, titik kedua hanya berupa bangunan dengan tempat duduk dan meja. Bangunan akan dipercantik dengan taman. Sebab, di lapangan Kelurahan Taman sudah ada 20 warung dengan beraneka ragam menu. Tempat tersebut diharap menjadi tempat pembeli menikmati makanan dari warung-warung tersebut. Artinya, tempat tidak digunakan berjualan. Namun, hanya fasilitas tambahan aktivitas jual-beli di sana.

‘’Jadi di lapangan itu sudah ada 20 pedagang. Nah, lokasi kedua hanya tempat makan dan minumnya. Makanan dan minuman dibeli dari warung-warung tadi. Tempat kedua ini lebih untuk peningkatan perekonomian yang sudah berjalan,’’ jelasnya sembari menyebut lokasi kedua berbentuk L berukuran 75 meter persegi. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!