Berlokasi di Gang Sendang Barat, Lapak UMKM Kelurahan Kartoharjo Bakal Terkoneksi dengan Jalan Pahlawan

Di Posting Oleh madiuntoday

15 Oktober 2020

MADIUN – Program Lapak UMKM di Kelurahan Kartoharjo tak kalah ciamik. Bahkan, keberadaan lapak tersebut bakal melengkapi Pahlawan Street Centre. Bagaimana tidak, lokasi lapak di Gang Sendang Barat tak jauh dari Jalan Pahlawan. Artinya, lapak UMKM dan Pahlawan Street Centre akan menjadi satu kesatuan.

‘’Lapak ini berada di tanah aset di Gang Sendang Barat. Nah, Gang Sendang bisa diakses dari Jalan Pahlawan. Wisatawan cukup berjalan kaki dari Jalan Pahlawan karena tak jauh,’’ kata Lurah Kartoharjo Drs. Ec. Andik Dwi Sarwono, Kamis (15/10).

Lapak sebagai peningkatan ekonomi lokal kelurahan ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 350 meter persegi. Kendati berada di tengah kota, konsepnya bernuansa alam. Kebetulan di lahan aset tersebut terdapat sendang. Warga sekitar biasa menyebutnya sendang gayam. Hal itu tak terlepas dari adanya pohon gayam di sana. Nah, sendang ini akan dipoles menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

‘’Kebetulan sendangnya berada di tengah. Jadi sendang nanti akan kita bangunkan gazebo segi enam. Wisatawan bisa mengambil air dengan cara menimba. Memang dikonsep tradisional,’’ jelasnya.

Selain itu juga terdapat dua gazebo lain untuk tempat duduk-duduk pengunjung. Lapak tempat berjualan tentu tak ketinggalan. Produk-produk UMKM disiapkan dari sekarang. Di antaranya, sambel pecel, jamu, dan madu mongso. Ke depan, dimungkinkan juga terdapat food court memanfaatkan bantuan gerobak dari DPMPTSPKUM.

‘’Sesuai instruksi bapak wali kota, pembangunan di titik itu akan terus berlanjut. Termasuk penutupan bagian atas sungai di sana. Ini bisa digunakan untuk tempat berjualan juga. Jadi nanti dari Jalan Pahlawan sampai tempat lapak ini tidak terputus,’’ terangnya.

Tak hanya kuliner, pihaknya juga menyiapkan barang kerajinan sebagai souvenir. Rencananya, menggunakan bahan pohon gayam tersebut. Pohon tersebut memang langka. Karenanya, Andik juga berencana mengembangkan pohon gayam tersebut di sana.

‘’Informasi dari warga, dulu memang ada pohon gayam besar. Tapi terpaksa ditebang karenang ada pembangunan. Saat ini hanya tinggal dua pohon. Mungkin nanti bisa distek atau cangkok agar jumlahnya semakin banyak,’’ ucapnya sembari menyebut juga akan ditambahkan taman bunga di dalam kawasan lapak tersebut.

Terkait pengelolaan, Andik menyebut masih akan mengkoordinasikan dengan paguyuban maupun kelompok masyarakat (pokmas). Namun pada prinsipnya, lapak tersebut untuk warga Kelurahan Kartoharjo.

‘’Saat ini kita masih menunggu persetujuan dari bapak wali kota melalui bappeda. Kalau sudah ada lampu hijau, pembangunan langsung kita mulai,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!