Mengenal Attila Bintang Lazuardi, Atlet Bersepeda Kota Madiun Dari Iseng Bersepeda Hingga Juara 3 Kejuaraan Internasional

Di Posting Oleh madiuntoday

20 Oktober 2020

MADIUN – Kota Madiun seperti tak kehabisan bibit atlet. Kali ini dari olahraga bersepeda yang saat ini tengah digandrungi. Mulai serius bersepeda setahun terakhir, Attila Bintang Lazuardi sudah mengkoleksi empat piala dari sejumlah event yang diikuti. Peluang mengukir lebih banyak prestasi masih terbuka lebar mengingat usianya baru 17 tahun Desember nanti.

Hasil tak akan menghianati usaha. Ungkapan itu tampaknya tepat menggambarkan sejumlah prestasi yang diraih Attila Bintang Lazuardi. Latihan kerasnya dalam olahraga bersepeda setahun terakhir membuahkan hasil manis jua. Remaja yang belum genap 17 tahun ini sudah mengkoleksi empat piala. Tak tanggung-tanggung, kejuaraan yang dimenangkan dari kelas nasional hingga internasional.

‘’Terakhir ikut event Ponorogo Drag Race Agustus kemarin. Alhamdulillah, juara 1 dan 4 dari dua nomor berbeda,’’ kata Attila, Selasa (20/10).

Capaian itu cukup membanggakan. Selain event nasional, dia juga turut di nomor senior. Dia berhasil merebut juara keempat dari nomor road bike open. Artinya, semua kategori usia. Sedang, yang juara 1 dari nomor MTB kategori usia di bawah 16 tahun. Attila berhasil menjadi yang tercepat di jarak 150 meter dengan catatan waktu 13,6 detik. Maklum, drag race merupakan adu sprint jarak pendek.

‘’Sebelumnya ikut di Bogor sekitar Februari 2020. Alhamdulillah juara 3 waktu itu,’’ imbuh remaja yang tinggal di Jalan Sultan Agung Gang Puspita Kelurahan Winongo itu.

Kendati hanya di podium ke tiga, event tersebut bukan kacangan. Kejuaraan di Bogor merupakan event internasional. Peserta juga datang dari Malaysia. Attila mengikuti nomor road bike kriterium. Yakni, adu sprint di lintasan memutar. Bukan di gedung. Tapi di lintasan beraspal. Dia berhasil finish ketiga.

‘’Sebelumnya lagi pernah juara 3 juga di Randu Alas King of Mountain pada September 2019. Ini juga road bike event nasional dengan lintasn 15 kilometer dan menanjak,’’ jelasnya sembari menyebut pernah masuk 10 besar event bersepeda di Srambang pada 2018 lalu.

Disiplin Berlatih

Capain Attila tentu bukan datang begitu saja. Namun, berangkat dari kerja keras selama berlatih. Pelajar kelas 11 SMAN 2 Kota Madiun itu rutin berlatih dari Selasa sampai Minggu. Artinya, setiap hari berlatih kecuali Senin. Menu latihan juga berbeda setiap harinya. Latihannya memang terpogram di bawah pelatih di Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun. Mulai latihan ketahanan, trek menanjak, sprint, hingga latihan fisik.

‘’Untuk endurance (ketahanan) biasanya Selasa, Sabtu, dan Minggu. Yang weekend karena libur jaraknya bisa 100 kilometer. Kalau Rabu-Kamis menyesuaikan event yang akan diikuti. Kalau eventnya jalur menanjak, Rabu-Kamis digunakan untuk berlatih di trek tanjakan,’’ terangnya.

Latihan fisik juga tak kalah beratnya. Dia biasa naik turun tribun stadion. Selain itu, juga permainan gerobak dorong. Yakni, satu teman memegang kaki dan kemudian berjalan menggunakan kedua tangan. Ini juga dilakukan di tangga tribun. Bersepeda memang tak hanya butuh kekuatan kaki. Tapi juga lengan.

‘’Dulu latihan sore, tapi karena sekarang daring, kita berlatih pagi. Biasanya mulai pukul 07.00,’’ ujarnya sembari menyebut khusus Jumat berlatih ringan sebagai recovery.

Kerja keras dalam berlatih juga diimbangi dengan disiplin dalam mengkonsumsi makanan. Attila mengaku paling anti gorengan, minuman dingin, dan juga pedas serta makanan bersantan. Berat badan memang diatur. Apalagi, jika mendekati event. Attila mengaku tengah bersiap mengikuti kejuaraan di Purworejo 1 November mendatang. Attila memasang target tinggi dalam event nasional nomor road race 70 kilometer itu.

‘’Saya mulai bersepeda 2017. Tapi waktu itu hanya iseng-iseng. Setelah itu ikut komunitas dan setelah ISSI Kota Madiun terbentuk ada penjaringan dan saya ikut. Jadi mulai serius berlatihnya setelah masuk ISSI pada 2019 itu,’’ pungkasnya sembari menyebut ingin masuk klub besar ke depan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!