Uniknya Pasar Krempyeng Kelurahan Klegen, Bisa Belanja dengan Menukar Sampah

Di Posting Oleh madiuntoday

21 Oktober 2020

MADIUN – Sampah tidak hanya dimanfaatkan menjadi barang kerajinan. Namun, barang-barang bekas ini juga bisa untuk belanja. Seperti yang berjalan di Kelurahan Klegen ini. Masyarakat bisa berbelanja di pasar krempyeng kelurahan setempat menggunakan kupon dari penukaran sampah. Konsep tersebut terbukti efektif menumbuhkan kesadaran warga terutama terkait kebersihan lingkungan dari sampah. Seperti apa?

Setiap Sabtu, gang buntu di Jalan Wiyata Jaya Kelurahan Klegen tampak ramai. Terdapat transaksi jual-beli di sana. Maklum, memang terdapat pasar krempyeng di Rt 48 tersebut yang buka setiap Sabtu. Tak heran, warga setempat menamainya Pasar Setuday. Menariknya, sebagian jual-beli tak menggunakan uang tunai. Namun, menggunakan kupon. Usut punya usut, kupon didapat dari cara menukar sampah.

‘’Jadi konsepnya memang meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga lingkungan,’’ kata Sugiharti, ibu Rt 48.

Pasar krempyeng memang berkolaborasi dengan bank sampah Rt setempat. Pengelola bank sampah mengeluarkan kupon khusus. Kupon hanya bisa diperoleh dengan cara menyetor sampah. Sampah tersebut akan ditimbang dan dihargai sesuai harga perkilonya. Ugi -sapaannya- mencontohkan sampah botol plastik yang dihargai 1.250 ribu perkilonya. Nah, nominal uang yang di dapat dari penukaran uang akan dicantumkan pada kupon tersebut.

‘’Jadi kalau ada yang membawa dua kilo sampah botol plastik, dia akan mendapatkan kupon dengan nominal Rp 2.500. Kita tulisi sendiri pakai spidol,’’ jelasnya.

Kupon, lanjutnya, dapat dibelanjakan di pasar krempyeng tersebut. Jika harga yang dibeli lebih dari nominal dalam kupon, kekurangannya bisa pakai uang tunai. Nah, pedagang pasar bisa menukar kupon tersebut ke pengelola bank sampah untuk mendapatkan uang tunai. Sedang, pengelola bank sampah mendapatkan uang dari pengepul sampah.

‘’Sampah yang terkumpul memang kita jual ke pengepul. Tapi ada juga yang kita manfaatkan ulang sebagai kerajinan untuk hiasan lingkungan atau dijual. Nah, uang hasil penjual juga dikelola bank sampah untuk melayani penukaran kupon dari pedagang,’’ terangnya.

Hal tersebut terbukti membuat masyarakat lebih peduli dengan sampah. Sampah yang biasanya dibuang, masyarakat kumpulkan untuk ditukar kupon. Apalagi, penukaran tidak harus banyak. Satu dua kilo tetap dilayani. Jika merasa nominalnya masih sedikit duit hasil penukaran bisa disimpan dulu. Pengelola akan mencatatnya. Kupon bisa diminta lain waktu saat duit hasil penukaran sampah dirasa sudah cukup besar.

‘’Jadi tidak harus langsung ditukar kupon. Bisa disimpan dulu sampai nominalnya besar. Lumayankan dari sampah bisa dapat makanan minuman atau lainnya di pasar krempyeng,’’ ujarnya.

Pasar krempyeng ini sudah berjalan setahun terakhir. Yakni, setelah kampung KB Sejahtera di sana terbentuk. Pasar krempyeng menjadi salah satu program dalam kampung KB tersebut. Yakni, terkait peningkatan perekonomian. Namun, keberadaan pasar krempyeng sempat terhenti karena pandemi Covid-19 dan baru kembali dibuka beberapa waktu belakangan. Keberadaan pasar krempyeng semakin ditingkatkan melalui pengelolaan sampah dengan sistem penukaran kupon tersebut.

‘’Sampah ini berkaitan dengan kebersihan. Kalau lingkungan kita bersih, warga juga sehat. Jadi dampaknya luas. Bukan sekedar menukar sampah dengan kupon,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!