Progres Capai 75 Persen, Lapak UMKM Kelurahan Pilangbango Siap Launching Pertengahan Desember Nanti

Di Posting Oleh madiuntoday

30 November 2020

MADIUN – Lapak UMKM Kelurahan Pilangbango sudah nyaris selesai. Progres sudah mencapai 75 persen. Lapak yang akan diberi nama Pilangbango Asri itu dijadwalkan launching pertengahan Desember mendatang.

‘’Saat ini sudah 75 persen lebih. Insya Allah, pertengahan Desember nanti kita launching,’’ kata Lurah Pilangbango Chusnul Yaqien, Senin (30/11).

Lapak, kata Chusnul, berkonsep modern minimalis. Lapak ini berlokasi di lapangan Pilangbango, tepatnya sisi utara timur. Bangunan menempati lahan seluas 300 meter persegi dan berisi empat lapak. Masing-masing dua di kanan dan kiri. Di bagian tengah masih ada ruang untuk pengunjung. Selain itu, juga akan ditambah tiga gazebo di depannya. Ini juga untuk tempat pengunjung menikmati makan dan minum.

‘’Pengunjung juga bisa menikmati produk UMKM menggunakan fasilitas di lapangan Pilangbango. Lapangan sudah ada taman, area bermaian dan tempat duduk,’’ imbuhnya.

Chusnul menambahkan warganya memiliki sejumlah produk unggulan. Di antaranya, sirup sari asem hingga sate sapi. Belum lagi produk kerajinan. Chusnul optimis Lapak UMKM bakal ramai ke depan. Sebab, lapangan Pilangbango sudah ramai sebelumnya. Sudah terbangun aktivitas jual-beli di sana. Selain itu, juga bersinergi dengan jalur sepeda wisata. Lapak UMKM tersebut akan terkoneksi dengan Embung Pilangbango yang juga jalur sepeda wisata tersebut. Pemkot Madiun juga tengah membangun embung tersebut menjadi destinasi wisata kuliner khusus ikan air tawar.

Ke depan, juga akan ditambah taman bunga di sisi timur lapak. Taman akan dibangun di atas lahan bengkok areal persawahan. Luasannya juga sekitar 300 meter. Taman bunga mawar itu nantinya bisa menjadi tempat berswafoto. Tempat duduk juga ditambahkan di area itu. Pembangunan taman bunga itu rencananya pada awal 2021.

‘’Sudah kami usulkan di 2021. Harapannya, bisa segera dibangun untuk melengkapi fasilitas Lapak UMKM ini,’’ harapnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan anggaran Rp 261 juta untuk tiap kelurahan. Anggaran bersumber Dana Intensif Daerah (DID) tersebut digunakan untuk peningkatan perekonomian lokal. Setiap kelurahan bakal memiliki minimal satu tempat baru untuk mewadahi produk-produk UMKM di wilayah masing-masing. Tempat baru tersebut juga akan dikoneksikan melalui jalur sepeda wisata. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!