Muncul Pesan Berantai Terkait PSBB Libur Nataru, Wali Kota: Itu Tidak Benar

Di Posting Oleh madiuntoday

17 Desember 2020

MADIUN – Informasi bohong alias Hoax terkait Kota Madiun kembali berseliweran. Kali ini terkait libur natal dan tahun baru (Nataru). Dalam informasi yang beredar melalui pesan berantai aplikasi Whatsapp tersebut disebutkan adanya kebijakan Wali Kota Madiun Maidi terkait penerapan PSBB selama libur Nataru. Informasi itu dipastikan hoax alias tidak benar. Wali Kota Madiun Maidi menegaskan tidak pernah mengeluarkan statement seperti dalam pesan tersebut.

‘’Itu tidak benar. Saya tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti itu,’’ tegas Wali Kota Maidi, Kamis (17/12).

Pesan menyesatkan itu setidaknya berbunyi ‘Mohon perhatian ada peraturan dari PEMKOT Madiun untuk mencegah penularan Covid 19 dari klaster liburan Natal dan tahun baru maka Pemkot Madiun mulai tgl 20 Desember SD 08 januari memberlakukan PSBB, bagi kendaraan dari luar kota langsung diarahkan ke stadion untuk dikarantina selama 2 Minggu. Untuk itu sedulurku atau siapa saja yang mau ke Madiun tolong ditunda dulu dari pada dikarantina di Stadion.’

Wali kota menyebut Kota Madiun masih termasuk zona dengan resiko penularan cukup rendah. Pun, Pemkot Madiun tidak pernah memberlakukan PSBB sejak awal pandemi sampai sekarang. Begitu juga dengan libur Nataru nanti. Wali kota menegaskan tidak ada kebijakan PSBB dan juga karantina kendaraan dari luar kota di stadion. Masyarakat diharap tidak terpancing berita bohong tersebut dan tetap tenang.

‘’Semua informasi pemerintah bisa diakses dari berbagai media resmi Pemkot Madiun. Mulai website dan media sosial Pemerintah Kota Madiun, majalah, dan radio Suara Madiun. Informasi tentang Kota Madiun juga ada di Madiuntoday. Kalau ada kabar seperti itu dan di media informasi pemerintah tadi tidak ada, maka (informasi) perlu diragukan kebenarannya,’’ jelas wali kota.

Upaya menjaga kondusifitas di Kota Madiun saat Nataru memang dioptimalkan. Salah satunya, melalui rakor bersama Forkopimda beberapa waktu lalu. Dalam rakor tersebut mengemuka terkait pengamanan kota menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2021. Namun, tidak pernah ada kebijakan terkait PSBB seperti dalam pesan berantai itu.

Yang ada, pembahasan mengenai jalannya acara agar kondusif dan tanpa meninggalkan protokol kesehatan Covid-19. Pun, tidak ada kegiatan hura-hura. Kegiatan difokuskan untuk keagamaan seperti doa bersama di gereja menjelang Natal atau doa bersama untuk tahun baru. Wali kota bakal menerjunkan Satgas untuk penindakan protokol kesehatan. Petugas akan memantau seluruh kegiatan di Kota Madiun.

‘’Sekali lagi jangan mudah percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas seperti itu. Masyarakat juga harus membantu untuk tidak ikut menyebarluaskan sebelum kebenarannya dapat dipastikan,’’ pintanya. (agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#nangomahAE
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#madiunkotapendekar
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2020

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!