Resmikan Lapak UMKM Kelurahan, Wali Kota: Lapak UMKM Dongkrak Ekonomi Lokal

Di Posting Oleh madiuntoday

30 Desember 2020

MADIUN – Program Lapak UMKM di Kota Madiun resmi berjalan. Setidaknya, dua kelurahan sudah mengambil start lebih dulu. Lapak Pesona Kelurahan Madiun Lor dan Lapak UMKM Kelurahan Winongo resmi dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan ekonomi lokal di masing-masing kelurahan. Peresmian dilakukan Wali Kota Madiun Maidi di kedua lokasi, Rabu (30/12).

‘’Covid-19 kita rem, tapi ekonomi juga kita gas. Semua kelurahan kita beri anggaran untuk pembangunan tempat seperti ini. Hari ini dua di antaranya kita resmikan,’’ kata Wali Kota Maidi.

Pembangunan kedua lapak tersebut memang sudah selesai. Begitu juga dengan di 25 kelurahan yang lain. Namun, baru Kelurahan Madiun Lor dan Winongo yang sudah dimanfaatkan untuk jual beli. Wali kota berharap lapak dapat mengangkat UMKM lokal di tiap kelurahan. Ke depan, bisa menjadi kelurahan mandiri.

‘’Jadi nanti semua acara maupun kegiatan, konsumsinya dari UMKM-UMKM ini. Kecamatan juga begitu, digilir bergantian dari kelurahan-kelurahan. Biar ekonomi tingkat kelurahan jalan. Jadi kelurahan mandiri,’’ tegasnya.

Wali kota juga memuji pembangunan lapak. Kendati anggaran terbatas, pembangunan bisa maksimal. Seperti diketahui, program Lapak UMKM berangkat dari anggaran Dana Insemtif Daerah (DID) Rp 14.9 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut dipergunakan untuk penanganan Covid-19 dan percepatan peningkatan perekonomian. Salah satunya, dengan pembangunan tempat berjualan bagi pelaku UMKM kelurahan. Tiap kelurahan mendapatkan Rp 261 juta untuk program tersebut.

‘’Semua pembangunan lapak di 27 kelurahan sudah selesai. Saya instruksikan untuk segera dimanfaatkan. Tahun depan kita perbagus lagi. Apa yang kurang kita cukupi,’’ imbuhnya.

Program Lapak UMKM ini sekaligus sebagai wujud pemertaan pembangunan di Kota Madiun. Artinya, pembangunan tidak hanya di tengah kota. Namun, sampai di tiap kelurahan. Wali kota berharap setiap kelurahan memiliki ikon tersendiri sekaligus sebagai perputaran ekonomi. Terkait pengunjungnya, Pemkot Madiun bakal mendatangkan wisatawan melalui jalur sepeda wisata. Namun, memang belum saat ini karena masih dalam masa pandemi.

‘’Saya pesan, lapak ini dikelola dengan baik. Yang rukun. Tidak usah ribut. Ini penting agar harapan kita untuk meningkatkan ekonomi lokal bisa maksimal,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!