Suguhkan Nuansa Alam, Lapak UMKM Kanigoro Berkonsep Joglo Dekat Hamparan Persawahan

Di Posting Oleh madiuntoday

11 Januari 2021

MADIUN – Program Lapak UMKM untuk anggaran 2020 memang sudah selesai. Namun, pekerjaan akan dilanjutkan pada 2021 ini. Hal itu seperti yang terlihat di Kelurahan Kanigoro yang direncanakan berlanjut tahun ini. Lapak yang berlokasi di Jalan Sri Langka tepatnya di sebelah utara Lapangan Kanigoro ini diyakini bakal mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

‘’Untuk yang anggaran 2020 lalu sudah selesai. Informasinya akan dilanjutkan tahun ini. Artinya, pembangunan lapak ini memang belum selesai 100 persen,’’ kata Lurah Kanigoro Sunarto, Senin (11/1).

Bangunan yang sudah jadi ini berkonsep joglo dengan ukuran sekitar 15×15 meter. Bangunan tersebut rencananya untuk tempat pengunjung bersantap makanan atau minuman sembari menikmati pemandangan areal persawahan di sisi timur lokasi. Sedang, untuk bangunan lapaknya masih akan dikerjakan tahun ini. Tempatnya berada di sebelah utara bangunan joglo tersebut. Areal sekitar memang masih termasuk aset pemerintah. Luas keseluruhan lahan yang akan digunakan mencapai 20×40 meter persegi.

‘’Informasinya nanti ada bangunan lagi memanjang ke utara yang untuk tempat berjualannya. Jadi yang sudah jadi ini untuk pengunjungnya,’’ imbuhnya.

Selain itu, pembangunan lanjutan juga akan difokuskan untuk penambahan fasilitas pendukung. Mulai taman, kamar mandi, hingga pagar jika memungkinkan. Areal tersebut pastinya bakal menarik. Suasana persawahan akan menjadi daya tarik tersendiri. Lokasi semakin strategis karena dekat dengan lapangan kelurahan setempat. Lapangan, kata dia, bakal digunakan untuk berbagai event ke depan untuk mendongkrak perekonomian sekitar.

‘’Lapangan juga butuh perbaikan, ya tentu akan kita usulkan nanti. Kalau sudah bagus, banyak kegiatan, tentunya sini akan ramai,’’ jelasnya.

Apalagi, banyak produk unggulan dari warga Kelurahan Kanigoro. Di antaranya, sambel pecel, bluder, roti rasa kopi, hingga kripik tempe. Lokasi tersebut juga termasuk jalur sepeda wisata 25 kilometer yang tentunya menjadi salah satu sumber kunjungan wisatawan di Kelurahan Kanigoro ke depan.

‘’Seperti di kelurahan lain, pembangunan lapak ini untuk meningkatkan perekonomian lokal. Prinsipnya ini untuk masyarakat,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan anggaran Rp 261 juta tiap kelurahan untuk pembangunan Lapak UMKM. Anggaran bersumber dana insemtif daerah (DID) 2020 lalu sebagai peningkatan perekonomian masyarakat. Setiap kelurahan sudah memiliki satu tempat baru untuk menampung produk UMKM masing-masing. Pembangunan bakal dilanjutkan pada 2021 ini. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!