Lima Sembuh Hari Ini, Putus Penularan dengan Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Januari 2021

MADUN – Kasus sembuh bertambah lagi di Kota Madiun. Setidaknya, lima kasus sembuh bertambah hari ini, Sabtu (16/1). Kasus sembuh ini datang dari nomor 464, 465, 466, 467, dan 334. Kendati begitu, tetap tingkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, kasus konfirmasi juga bertambah. Setidaknya, terjadi penambahan 24 kasus konfirmasi bersamaan lima sembuh hari ini.

Kasus sembuh nomor 464 berinisial MA (3) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Madiun Lor. MA terkonfirmasi pada 7 Januari lalu. MA merupakan kontak kasus konfirmasi dari Kabupaten Madiun.

Kasus sembuh nomor 465
Kasus nomor 465 berinisial SS (63) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Madiun Lor. SS terkonfirmasi pada 7 Januari lalu dan merupakan kontak kasus konfirmasi nomor 360.

Kasus sembuh nomor 466 – 467
Kasus sembuh nomor 466 berinisial AS (53) berjenis kelamin laki-laki. Kasus sembuh nomor 467 berinisial AP (11) berjenis kelamin laki-laki. Keduanya merupakan warga Kelurahan Sogaten yang terkonfirmasi pada 7 Januari lalu. AS dan AP kontak kasus konfirmasi nomor 387.

Kasus sembuh nomor 334 berinisial TN (26) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Tawangrejo. TN terkonfirmasi pada 23 Desember lalu. TN mempunyai riwayat kontak dengan kasus konfirmasi di tempatnya bekerja. TN juga mengeluh batuk dan demam.

Kasus Konfirmasi

Kasus nomor 591 berinisial SY berjenis kelamin laki-laki warga berusia 52 tahun Kelurahan Ngegong. Kasus konfirmasi SY berangkat dari skrinning rapid dan berstatus suspek. SY sempat menjalani isolasi di rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.

Kasus nomor 592 berinisial DT berjenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. DT berstatus suspek sebelumnya dan menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 593 berinisial NS berjenis kelamin perempuan berusia 53 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. NS kontak erat kasus konfirmasi nomor 592. NS menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 594 berinisial HF berjenis kelamin laki-laki berusia 18 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. HF menjalani isolasi mandiri saat ini. HF merupakan kontak erat kasus konfirmasi nomor 592.

Kasus nomor 595-597
Kasus nomor 595 berinisial SD berjenis kelamin laki-laki berusia 39 tahun. Kasus nomor 596 berinisial JP berjenis kelamin perempuan berusia 35 tahun. Kasus nomor 597 berinisial AF berjenis kelamin laki-laki berusia 8 tahun. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Rejomulyo dan merupakan kontak kasus konfirmasi. Ketiganya menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 598 berinisial YS berjenis kelamin laki-laki berusia 51 tahun warga Kelurahan Winongo. YS berstatus suspek sebelumnya dan menjalani isolasi di rumah sakit saat ini.

Kasus nomor 599 berinisial PW berjenis kelamin laki-laki berusia 46 tahun warga Kelurahan Manguharjo. PW menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji saat ini. PW merupakan kontak erat kasus konfirmasi teman kantor.

Kasus nomor 600 berinisial ED berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. ED berstatus suspek sebelumnya dan menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 601 berinisial AB berjenis kelamin laki-laki berusia 31 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. AB merupakan kontak erat kasus nomor 600. AB menjalani isolasi mandiri.

Kasus nomor 602 berinisial AF berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun warga Kelurahan Mojorejo. AF menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. AF berstatus suspek dan memiliki riwayat kedatangan tamu dari Jakarta sebelumnya.

Kasus nomor 603 berinisial PN berjenis kelamin perempuan berusia 29 tahun warga Kelurahan Sogaten. PN menjalani isolasi mandiri dan berstatus suspek setelah skrinning rapid sebelumnya.

Kasus nomor 604 berinisial SW berjenis kelamin perempuan berusia 42 tahun warga Kelurahan Pangongangan. SW menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji. Kasus SW berawal dari skrinning rapid sebelumnya.

Kasus nomor 605 berinisial DS berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun warga Kelurahan Madiun Lor. DS menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji. Kasus DS berawal dari skrinning rapid sebelumnya.

Kasus nomor 606 berinisial TW berjenis kelamin perempuan berusia 52 tahun warga Kelurahan Sogaten. TW menjalani isolasi mandiri dan berstatus suspek setelah skrinning rapid sebelumnya.

Kasus nomor 607 berinisial SM berjenis kelamin perempuan berusia 52 tahun warga Kelurahan Manisrejo. SM menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 608 berinisial SW berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun warga Kelurahan Sukosari. SW menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus SW berawal dari Skrinning rapid sebelumnya.

Kasus nomor 609 berinisial HL berjenis kelamin perempuan berusia 34 tahun warga Kelurahan Kanigoro. HL menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek setelah skrinning rapid.

Kasus nomor 610 berinisial MM berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun warga Kelurahan Oro-Oro Ombo. MM menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek sebelumnya. MM juga memiliki riwayat perjalanan dari Blitar.

Kasus nomor 611 berinisial HD berjenis kelamin laki-laki berusia 70 tahun warga Kelurahan Pandean. HD berstatus suspek sebelumnya. HD sempat menjalani isolasi di rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.

Kasus nomor 612 berinisial IP berjenis kelamin perempuan berusia 32 tahun warga Kelurahan Pandean. IP menjalani isolasi mandiri saat ini. IP berstatus suspek sebelumnya. Kasus IP berawal dari skrinning rapid tenaga kesehatan.

Kasus nomor 613 berinisial AH berjenis kelamin laki-laki berusia 34 tahun warga Kelurahan Pandean. AH menjalani isolasi mandiri saat ini. AH merupakan kontak erat kasus konfirmasi nomor 612.

Kasus nomor 614 berinisial BW berjenis kelamin laki-laki berusia 46 tahun warga Kelurahan Pandean. BW menjalani isolasi di rumah sakit. Kasus IW berawal dari skrinning rapid sebelumnya.

Kasus konfirmasi menjadi 614 orang dengan posisi 448 di antaranya telah sembuh. 50 lainnya masih dalam perawatan, 67 orang isolasi mandiri, dan 49 orang meninggal dunia. Tambahan tiga meninggal dari kasus nomor 549, 591, dan 611. Tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Covid-19 ada dan berbahaya. Jaga diri, keluarga dan sesama dari Korona. (vincent/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Persiapan Parluh 2021, Pemkot-Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi

Persiapan Parluh 2021, Pemkot-Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi

MADIUN - Pandemi Covid-19 turut memengaruhi kegiatan masyarakat. Tak terkecuali, Parapatan Luhur (parluh) yang akan segera dilaksanakan pada 13 Maret 2021 mendatang. Kegiatan musyawarah besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) itu akan digelar berbeda dari...

Pekan Panutan, Wali Kota Ajak Wajib Pajak Segera Penuhi Kewajiban

Pekan Panutan, Wali Kota Ajak Wajib Pajak Segera Penuhi Kewajiban

MADIUN – Pajak sumber pemasukan utama negara. Tanpa pajak, pembangunan bisa lumpuh. Karenanya, Wali Kota Madiun Maidi mengajak masyarakat wajib pajak untuk segera melapor dan membayar pajak sesuai ketentuan. Apalagi, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Madiun sudah...

Don`t copy text!