Dua Kasus Sembuh Hari Ini, Tetap Waspada Karena Covid-19 Tak Kasat Mata Namun Berdampak Nyata

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Januari 2021

MADIUN – Kasus sembuh bertambah lagi. Dua kasus sembuh bertambah hari ini, (18/1). Kasus sembuh ini berangkat dari nomor 604 dan 606. Namun, kasus konfirmasi juga masih terjadi. Masyarakat wajib selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kasus sembuh nomor 604 berinisial SW berjenis kelamin perempuan berusia 42 tahun warga Kelurahan Pangongangan. SW terkonfirmasi pada 16 Januari lalu. Kasus SW berawal dari skrinning rapid sebelumnya.

Kasus sembuh nomor 606 berinisial TW berjenis kelamin perempuan berusia 52 tahun warga Kelurahan Sogaten. TW terkonfirmasi pada 16 Januari lalu. TW berstatus suspek setelah skrinning rapid sebelumnya.

Kasus Konfirmasi

Kasus nomor 635 berinisial DH berjenis kelamin laki-laki berusia 44 tahun warga Kelurahan Manisrejo. DH menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. Kasus DH berangkat dari skrinning rapid di tempatnya bekerja dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 636 berinisial DB berjenis kelamin laki-laki berusia 66 tahun warga Kelurahan Manisrejo. DB sempat menjalani isolasi di rumah sakit RS namun akhirnya meninggal. DB berstatus suspek sebelumnya serta memiliki keluhan demam, batuk, dan lemas. Selain itu, foto rontgen DB menunjukkan adanya flek pada paru-paru.

Kasus nomor 637 berinisial AN berjenis kelamin perempuan berusia 23 tahun warga Kelurahan Manisrejo. AN menjalani isolasi mandiri saat ini. AN berstatus suspek sebelumnya serta memiliki keluhan anosmia. AN juga memiliki riwayat perjalanan dari Tulungagung. Kasus AN berawal dari skrinning rapid antigen dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 638-639
Kasus nomor 638 berinisial SN berjenis kelamin perempuan berusia 35 tahun. Kasus nomor 639 berinisial SA berjenis kelamin perempuan berusia 7 tahun. Keduanya warga Kelurahan Banjarejo dan berstatus suspek sebelumnya. SN sempat memiliki keluhan demam, batuk, dan pilek. Keduanya menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji saat ini. Keduanya juga memiliki riwayat perjalanan dari Magetan.

Kasus nomor 640 berinisial IM berjenis kelamin perempuan berusia 54 tahun warga Kelurahan Banjarejo. IM menjalani isolasi mandiri saat ini. IM berstatus suspek sebelumnya setalah rapid antigen dengan hasil reaktif. IM juga memiliki riwayat kedatangan tamu dari Jakarta dan Surabaya.

Kasus nomor 641 berinisial DS berjenis kelamin perempuan berusia 47 tahun warga Kelurahan Pandean. DS menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus DS berawal dari skrinning rapid di tempatnya bekerja dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 642 berinisial HR berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun warga Kelurahan Taman. HR menjalani isolasi mandiri saat ini. HR berstatus suspek sebelumnya setelah skrinning rapid di tempatnya bekerja.

Kasus nomor 643 berinisial DD berjenis kelamin laki-laki berusia 25 tahun warga Kelurahan Manguharjo. DD menjalani isolasi mandiri saat ini. DD berstatus suspek sebelumnya dengan keluhan demam. Kasus DD berawal dari rapid antigen dengan hasil reaktif. DD diketahui juga memiliki riwayat perjalanan dari Solo.

Kasus nomor 644 berinisial IP berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun warga Kelurahan Pandean. IP menjalani isolasi mandiri saat ini. IP berstatus suspek sebelumnya. IP merupakan tenaga kesehatan rumah sakit Sudono.

Kasus nomor 645-647
Kasus nomor 645 berinisial RD berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun. Kasus nomor 646 berinisial NA berjenis kelamin perempuan berusia 21 tahun. Kasus nomor 647 berinisial FA berjenis kelamin laki-laki berusia 18 tahun. Ketiganya warga Kelurahan Pandean dan merupakan kontak erat kasus konfirmasi nomor 644. Ketiganya menjalani isolasi mandiri saat ini.

Kasus nomor 648-649
Kasus nomor 648 berinisial SN berjenis kelamin perempuan berusia 30 tahun. Kasus nomor 649 berinisial CN berjenis kelamin laki-laki berusia 13 tahun. Keduanya warga Kelurahan Nambangan lor dan berstatus suspek sebelumnya. SN juga memiliki keluhan anosmia. Keduanya merupakan kontak erat kasus konfirmasi dan menjalani karantina di fasilitas khusus Asrama Haji saat ini.

Kasus nomor 650 berinisial AK berjenis kelamin laki-laki berusia 32 tahun warga Kelurahan Nambangan lor. AK menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus AK berawal dari skrinning rapid dan merupakan kontak erat kasus probabel meninggal.

Kasus nomor 651 berinisial SK berjenis kelamin laki-laki berusia 48 tahun warga Kelurahan Kanigoro. SK sempat menjalani isoladi di rumah sakit RS namun akhirnya meninggal. SK berstatus suspek sebelumnya dengan keluhan demam, mual, dan sesak. Kasus SK berawal dari rapid antigen dengan hasil reaktif.

Kasus nomor 652 berinisial SS berjenis kelamin perempuan berusia 45 tahun warga Kelurahan Klegen. SS menjalani isolasi mandiri saat ini . SK berstatus suspek sebelumnya dengan keluhan sakit ulu hati, mual, muntah, dan demam.

Kasus nomor 653 berinisial AH berjenis kelamin laki-laki berusia 37 tahun warga Kelurahan Klegen. AH menjalani isolasi mandiri saat ini. AH berstatus suspek sebelumnya dengan keluhan demam, dan anosmia. AH diketahui juga memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi di tempatnya bekerja.

Kasus nomor 654 berinisial TA berjenis kelamin laki-laki berusia 41 tahun warga Kelurahan Sogaten. TA menjalani isolasi mandiri saat ini. TA berstatus suspek sebelumnya dengan keluhan demam, dan nyeri perut. Kasus TA berawal dari rapid dengan hasil reaktif. Selain itu, TA juga memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.

Kasus nomor 655 berinisial FR berjenis kelamin laki-laki berusia 14 tahun warga Kelurahan Madiun lor. FR menjalani isolasi mandiri saat ini. Kasus FR berawal dari skrinning rapid dengan hasil reaktif. Rapid tersebut dilakukan untuk keperluan perjalanan.

Kasus nomor 656 berinisial KS berjenis kelamin perempuan berusia 68 tahun warga Kelurahan Tawangrejo. KS menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 657 berinisial ST berjenis kelamin laki-laki berusia 51 tahun warga Kelurahan Demangan. ST menjalani isolasi di rumah sakit saat ini. ST berstatus suspek sebelumnya dari skrinning rapid.

Kasus konfirmasi menjadi 657 orang dengan posisi 453 di antaranya telah sembuh. 57 orang masih dalam perawatan, 96 orang isolasi mandiri, dan 51 orang meninggal dunia. Tambahan dua meninggal dari kasus nomor 636 dan 651 seperti penjelasan di atas. (vincent/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

MADIUN - Agenda Wali Kota Madiun Maidi untuk menghadiri Senam Lansia terus berlanjut. Seperti pada kegiatan orang nomor satu di Kota Pendekar itu pada Sabtu (21/5). Diawali dengan gowes dari kediamannya di Jalan Merpati, wali kota menuju empat lapak UMKM kelurahan...