Biar Tak Salah Paham, Begini Alur Penanganan Covid-19 di Kota Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

22 Januari 2021

MADIUN – Penanganan Covid-19 memang tidak boleh sembarangan. Karenanya, terdapat alur khusus penanganan tersebut. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Madiun mengeluarkan alur penanganan kasus konfirmasi Covid-19 untuk Kota Pendekar. Dimulai dari temuan kasus hingga masa isolasi berakhir.

‘’Petugas akan melakukan tracing terhadap kontak erat tiap temuan kasus konfirmasi. Sementara itu, kasus konfirmasi akan dilakukan pemeriksaan. Apakah termasuk tanpa gejala, gejala ringan, dan gejala sedang atau berat,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Madiun Denik Wuryani, Kamis (21/1).

Kontak erat, lanjutnya, akan dilakukan swab. Kontak erat wajib melakukan isolasi mandiri jika swab belum bisa dilakukan di hari tracing. Begitu juga setelah proses swab dan menunggu hasil keluar. Kontak erat wajib melakukan melakukan isolasi mandiri.

Sedang pada kasus konfirmasi, Denik menyebut adanya perbedaan penanganan antara mereka positif tanpa gejala atau gejala ringan dengan gejala sedang atau berat. Pada kasus dengan tanpa gejala atau gejala ringan diberikan dua pilihan isolasi. Yakni, isolasi di rumah atau asrama haji.

‘’Namun, untuk isolasi di rumah wajib memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Mulai adanya kamar tersendiri dengan kamar mandi, tidak adanya anggota keluarga yang rentan, hingga tidak ada penolakan dari warga. Jika semua kriteria terpenuhi baru bisa melakukan isolasi di rumah,’’ jelasnya.

Denik menyebut ada banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan isolasi mandiri. Jika tidak, yang bersangkutan harus isolasi di asrama haji. Warga tidak usah khawatir. Sebab, pihaknya memastikan petugas yang akan melakukan antar-jemput menuju ruang isolasi.

‘’Sesuai Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 revisi lima tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, untuk kasus tanpa gejala bisa melakukan isolasi selama 10 hari. Kalau yang bergejala ringan tambah tiga hari,’’ jelasnya sembari menyebut juga mengacu surat edaran Gubernur Jawa Timur nomor 440/995/102/2021 terkait kriteria sembuh pasien Covid-19.

Pun, tidak dilakukan swab di akhir isolasi. Sebab, virus tidak lagi menular. Petugas akan memberikan surat keterangan selesai masa isolasi. Namun, masyarakat dipersilahkan untuk melakukan swab tes mandiri jika ragu. Bahkan, jika dalam swab ulang masih positif, yang bersangkutan tidak perlu melakukan isolasi ketat. Sebab, virus yang masih tersisa dalam tubuh tersebut sudah tidak lagi menular.

‘’Sedang untuk kasus dengan gejala sedang atau berat dilakukan isolasi dan perawatan di rumah sakit rujukan sesuai pedoman penanganan Covid-19. Setelah dinyatakan sembuh, pasien boleh pulang dan dilanjutkan dengan isolasi mandiri di rumah selama 10 hari,’’ terangnya.

Denik menambahkan kasus positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau di Asrama Haji akan dilakukan pemantauan dari petugas. Salah satunya, melalui telemedicine. Denik menyebut kondisi pasien baiknya dilakukan pemantauan setiap hari. Namun, masalah di lapangan hingga keterbatasan tenaga bisa menjadi kendala tersendiri.

‘’Seperti di Puskesmas Manguharjo yang hanya memiliki tiga dokter umum. Padahal, Puskesmas Manguharjo membawahi empat wilayah kelurahan. Mereka harus memantau pasien Covid-19 baik yang isolasi mandiri atau di Asrama Haji. Belum lagi pelayanan kesehatan di Puskesmas,’’ jelasnya.

Namun, Denik tak membantah ada pasien yang baru bisa dilakukan telemedicine di atas dua hari sekali. Selain keterbatasan dokter, kasus Covid-19 juga cukup tinggi sekarang ini. Denik menyebut terdapat 27 kasus Covid-19 aktif di wilayah Puskesmas Manguharjo sampai, Rabu (20/1) kemarin. Yakni, Kelurahan Manguharjo, Nambangan Kidul, Nambangan Lor, dan Kelurahan Winongo. Sedang, telemedicine harus dilakukan dokter.

‘’Kalau telemedicine memang harus dokter, tapi kalau butuh peninjauan bisa dilakukan perawat untuk pemeriksaan awal,’’ pungkasnya. (vincent/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

Polisi Di Kota Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Mulai Hari Ini

MADIUN - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik terus berlanjut. Mulai Senin (1/3), jajaran Polres Madiun Kota mengikuti kegiatan penyuntikan vaksin untuk meningkatkan imun tubuh terhadap Virus Korona tersebut. Proses penyuntikan...

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

GeNose C19 Kini Tersedia di Stasiun Madiun

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin memperluas penggunaan GeNose C19 di stasiun. Terbaru, mereka menambahkan empat stasiun lagi untuk menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ini. Salah satunya, di Stasiun Besar Madiun. Layanan pemeriksaan GeNose C19 di...

Don`t copy text!