Angka Konfirmasi Turun Dibanding PPKM Sebelumnya, Wali Kota Evaluasi PPKM Bersama Kasdam V Brawijaya

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Februari 2021

MADIUN – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus dievaluasi. Evaluasi kini datang dari Kodam V Brawijaya, Kamis (18/2). Evaluasi pelaksanaan PPKM secara virtual tersebut dipimpin Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan. Wali Kota Madiun beserta Dandim 0803 Letkol Inf Edwin Charles serta perwakilan Polres Madiun Kota bersama kepala OPD terkait mengikuti kegiatan dari Balai Kota Madiun. Kegiatan tersebut juga diikuti kepala daerah di Jawa Timur yang memberikan pemaparan secara bergantian.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut pelaksanaan PPKM mikro cukup berpengaruh signifikan terkait pengendalian Covid-19 di Kota Pendekar. Hal itu dibuktikan dengan penurunan jumlah kasus dari PPKM pertama hingga yang ketiga ini. Sebaliknya, jumlah kasus kesembuhan semakin meningkat. Dalam PPKM pertama yang dimulai 11 hingga 25 Januari 2021 lalu tercatat adanya 430 tambahan konfirmasi dengan 249 sembuh. Sedang, pada PPKM kedua yang dimulai 26 Januari sampai 8 Februari lalu tercatat 226 kasus konfirmasi dengan 373 kasus sembuh.

‘’Nah, pada pelaksanaan PPKM ketiga juga tercatat penurunan kasus konfirmasi. Setidaknya, terdapat 118 konfirmasi dengan 148 sembuh hingga 17 Februari kemarin,’’ jelas wali kota.

Angka memang masih dimungkinkan bertambah. Apalagi, PPKM mikro dijadwalkan hingga 22 Februari nanti. Namun, wali kota optimisi penambahan kasus tak sebanyak PPKM sebelumnya. Sebaliknya, kasus kesembuhan juga akan semakin meningkat. Biarpun begitu, bukan berarti tidak ada nilai minus dalam pelaksanaan PPKM. Wali kota menyebut jumlah kematian Covid-19 juga tercatat bertambah. Kondisi pasien yang sudah akut saat dibawa ke rumah sakit menjadi salah satu faktornya.

‘’Berbagai upaya sudah kami lakukan. Salah satunya dengan memberikan penanda untuk rumah yang sedang digunakan isolasi mandiri. Harapan kami, semua warga turut peduli dan turut mengingatkan jika yang sedang melakukan isolasi mandiri tidak tertib,’’ ujarnya.

Wali kota menambahkan, pengoptimalan Kampung Tangguh juga terus dilakukan. Setidaknya, terdapat 75 posko saat ini. Sebelumnya hanya berjumlah 48 posko di Kota Madiun. Sedang terkait anggaran, wali kota menyebut telah menganggarkan Rp 13 miliar untuk penanganan Covid-19 pada APBD 2021 ini. Anggaran tersebut sebagian juga sudah digelontorkan ke kelurahan dengan besaran masing-masing sekitar Rp 200 juta.

‘’Evaluasi secara internal juga terus kami lakukan agar pelaksanaan PPKM semakin optimal,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Mulai Besok, Pemprov Jatim Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

Mulai Besok, Pemprov Jatim Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

MADIUN - Pemprov Jawa Timur kembali memberikan diskon pajak kendaraan bermotor. Melalui program Diskon Ramadhan, kebijakan tersebut akan berlaku selama dua bulan. Yakni, mulai 20 April hingga 24 Juni 2021. Besaran pajak yang ditetapkan berbeda untuk setiap jenis...

Don`t copy text!