Optimisme Kala Pandemi, Warga Nambangan Kidul Ubah Hobi Jadi Jalan Rezeki

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Februari 2021

MADIUN – Pekerjaan menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Hal itu seperti yang dilakukan Rohmad Wahyudi, warga Kelurahan Nambangan Kidul yang menekuni usaha tanaman bonsai dua tahun terakhir. Tak hanya jual-beli, dia juga mulai membudidayakan sendiri. Setidaknya, dia memiliki sekitar 500 tanaman bonsai baik yang sudah siap jual maupun masih berupa bahan.

‘’Saya suka bonsai sejak dua tahun terakhir. Awalnya, cuma punya beberapa. Tapi terus banyak dan ada yang tertarik membeli,’’ jelas pria yang akrab disapa Yudi itu, Jumat (19/2).

Dari situ dirinya mulai tertarik lebih dalam. Yudi biasa berburu tanaman bonsai dari berbagai daerah. Terutama yang masih berupa bahan atau setengah jadi. Bonsai-bonsai itu lantas dirawat hingga dinilai benar-benar jadi. Namun, tentu dia tak sendiri. Kegiatan merawat hingga membentuk bonsai-bonsainya juga dibantu sejumlah teman. Kini terdapat seratusan tanaman bonsai yang siap jual. Sisanya masih berupa bahan. Kebetulan Yudi memiliki lahan tak jauh dari rumahnya. Lahan seluas seribu meter persegi itu dijadikannya untuk pembudidayaan bonsai.

‘’Ada yang beli, ada juga yang kita perbanyak dari bonsai yang sudah ada atau yang biasanya dibilang deder. Terus seperti itu sampai akhirnya jadi banyak,’’ jelasnya.

Bonsai miliknya dari berbagai jenis tanaman. Di antaranya, kimeng, serut, sisir, ringin, loa, klampis, elegan, dan lain sebagainya. Tanaman bonsainya biasa dijual mulai Rp 2 sampai 5 juta. Selain itu, dia juga memiliki koleksi pohon langka pule dan baobab. Pohon baobab merupakan tanaman asli benua Afrika. Namun, tentu bukan untuk bonsai. Tanaman besar itu biasanya untuk pengisi taman. Pohon baobab biasa dijual Rp 3 sampai Rp 10 juta.

‘’Ini agak menurun karena pandemi. Penurunan ada sekitar 30 persen,’’ katanya.

Usaha tanaman bonsai miliknya juga tak selalu mulus. Setidaknya, sejumlah tanaman yang dibeli malah mati saat perawatan dan pembentukan. Jika ditotal, mungkin sudah belasan juta. Bahkan, pohon besar seperti pule miliknya ada banyak yang mati.

‘’Ya ada beberapa yang mati. Tapi karena sudah suka, ya sudah tidak apa-apa,’’ ungkap pria yang juga penghobi barang-barang antik itu. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!