Promosikan Produk Lokal, Wali Kota Kembali Sambangi Lapak UMKM Kelurahan

Di Posting Oleh madiuntoday

20 Februari 2021

MADIUN – Penanganan kesehatan dan ekonomi harus berimbang dalam masa pandemi. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Madiun untuk mengerem Covid-19. Begitu juga dengan upaya peningkatkan perekonomian. Operasi protokol kesehatan rutin digelar. Sementara itu, promosi produk lokal kelurahan juga tak lupa dilakukan. Wali Kota Madiun Maidi kembali mengunjungi lapak-lapak UMKM kelurahan guna mempromosikan produk lokal masyarakat tersebut.

‘’Setiap hari, khususnya malam kita cek penerapan protokol kesehatan. Nah, siangnya kita optimalkan untuk gas ekonomi. Seperti hari ini kita cek kegiatan perekonomian di lapak-lapak kelurahan,’’ kata Wali Kota Maidi, Sabtu (20/2).

Setiap kelurahan, kata wali kota, sudah memiliki Lapak UMKM. Pun, sebagian besar sudah dimanfaatkan. Menariknya, setiap lapak memiliki produk unggulan namun belum gencar dikenalkan. Di antaranya, gado-gado dan tahu gejrot di Kelurahan Taman hingga timus warna-warni di Kelurahan Winongo. Wali kota optimis, produk lokal masyarakat tersebut bakal laris manis jika sudah cukup dikenal masyarakat.

‘’Karena ini PPKM, tidak usah pergi jauh-jauh. Apalagi sampai ke luar kota. Setiap kelurahan memiliki produk andalan. Untuk memenuhi kebutuhan makan cukup di lingkungan masing-masing,’’ ajak wali kota.

Kedatangan wali kota tersebut sekaligus sebagai bentuk penyemangat bagi pelaku UMKM. Wali kota juga akan memanfaatkan produk-produk unggulan kelurahan tersebut kepada tamu yang berkunjung ke Balai Kota. Tidak hanya membantu UMKM, hal tersebut juga sebagai upaya mempromosikan produk lokal Kota Madiun kepada masyarakat dari berbagai daerah yang berkunjung.

‘’Produk-produk ini enak dan punya ciri khas. Ke depan nanti kita ambil secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi tamu atau saat kegiatan rapat,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Madiun menggelontorkan anggaran Rp 261 juta untuk tiap kelurahan pada 2020 lalu. Anggaran yang bersumber dari Dana Insemtif Daerah (DID) tersebut digunakan untuk membangun lapak-lapak UMKM. Lapak tersebut digunakan untuk menampung produk-produk UMKM unggulan di tiap kelurahan. Keberadaan lapak UMKM itu akan semakin dioptimalkan tahun ini. Wali Kota Maidi juga gencar mempromosikan keberadaan lapak dengan rutin mengunjungi bersamaan dengan giat bersepeda. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!