Ganti Lokasi, Lapak UMKM Kelurahan Nambangan Lor Bakal Berlokasi di Jalan Sriti

Di Posting Oleh madiuntoday

25 Februari 2021

MADIUN – Lapak UMKM Kelurahan Nambangan Lor bakal sedikit berbeda. Pasalnya, lapak bakal dibangun ulang di lokasi lain tahun ini. Hal itu, lantaran lokasi baru dinilai lebih strategis. Kelurahan setempat menganggarkan Rp 500 juta untuk pembangunannya. Sejumlah OPD terkait juga turut membantu. Seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang membangun taman serta lampu dan Dinas PUTR yang membangun pagar juga saluran beserta penutupnya.

‘’Awalnya jadi satu dengan kampung tematik di pinggir bengawan. Tetapi kemudian bapak wali kota menghendaki untuk dibangunkan ditempat baru yang lebih strategis. Akhirnya aset yang di Jalan Sriti itu,’’ kata Lurah Nambangan Lor Slamet.

Karenanya, lapak bakal diberi nama Taman Kuliner Sriti. Luasnya sekitar 600 meter. Anggaran Rp 500 juta tersebut sudah termasuk mebeler di dalamnya. Rencananya, ada bangunan joglo untuk pengunjung dan sejumlah bangunan lain untuk penjualnya. Selain itu, juga terdapat taman bermain. Slamet menambahkan nanti juga akan ditambahkan payung, gazebo, dan gerobak. Hal itu bisa untuk melengkapi fasilitas yang disajikan.

‘’Kalau di Jalan Sriti nanti kan dekat jalan raya. Kalau yang di kampung tematik, akses masuknya agak susah. Makanya kemudian dibangunkan ulang,’’ ujarnya.

Kendati begitu, pembangunan di lokasi lama bukan berarti tak bermanfaat. Pembangunan gazebo di sana akan menjadi fasilitas tambahan kampung tematik. Bahkan, Wali Kota Maidi berencana menambakan edukasi budidaya lebah madu di kampung tematik tersebut. Artinya, saat taman edukasi rampung, fasilitas seperti tempat duduk, payung peneduh, dan gazebo sudah siap.

‘’Untuk yang di Jalan Sriti kita rencanakan April nanti bisa dimulai. Targetnya ya tahun ini bisa tuntas. Nanti juga ada penyempurnaan di APBD perubahan,’’ terangnya.

Sejumlah produk unggulan sudah siap mengisi nanti. Di antaranya, gudeg, soto kutilang, bakso 59, wedang uwuh, jadah, tempe, tahu, dan minuman teh daun min. Sementara untuk souvenir ada batik dan produk kerajinan berbahan kain perca.

‘’Pada prinsipnya pemerintah ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karenanya, pembangunan juga dimaksimalkan sekalian,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!