Keluarga Jadi Salah Satu Tempat Penularan, Tetap Waspada dengan Disiplin Protokol Kesehatan

Di Posting Oleh madiuntoday

25 Februari 2021

MADIUN – Kasus konfirmasi dan sembuh bertambah lagi. Terdapat 12 tambahan sembuh hari ini, Kamis (25/2). Sementara itu, juga terdapat 22 kasus konfirmasi. Karenanya, jangan lengah dan terus tingkatkan kewaspadaan biarpun masih dalam lingkup keluarga. Hal ini seperti kasus konfirmasi di Kelurahan Banjarejo hari ini. Terdapat sembilan kasus konfirmasi dengan delapan di antaranya terindikasi dari satu kontak erat yang sama. Tetap disiplin protokol kesehatan, jaga diri, keluarga, dan sesama.

Kasus Konfirmasi

Kasus nomor 1405 berinisial AR berjenis kelamin perempuan berusia 3 tahun warga Kelurahan Taman. AR menjalani isolasi mandiri dan merupakan kontak erat kasus konfirmasi nomor 1.232.

Kasus nomor 1.406 berinisial SH berjenis kelamin laki-laki berusia 76 tahun warga Kelurahan Pangongangan. SH menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 1.407 berinisial IS berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun warga Kelurahan Nambangan Kidul. IS menjalani isolasi di rumah sakit dan berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 1.408 berinisial SY berjenis kelamin laki-laki berusia 17 tahun warga Kelurahan Nambangan Kidul. SY sempat menjalani isolasi di rumah sakit namun sudah sembuh saat ini. SY memiliki riwayat perjalanan dan merupakan kontak erat konfirmasi Sragen.

Kasus nomor 1.409 berinisial MB berjenis kelamin laki-laki berusia 78 tahun warga Kelurahan Tawangrejo. MB sempat menjalani isolasi di rumah sakit namun sudah sembuh. Kasus MB berawal dari skrining sebelumnya.

Kasus nomor 1.410 berinisial DA berjenis kelamin perempuan berusia 21 tahun warga Kelurahan Nambangan Lor. DA menjalani isolasi di rumah sakit. Kasus DA berawal dari skrining sebelum partus (melahirkan).

Kasus nomor 1.411 berinisial SM berjenis kelamin laki-laki berusia 67 tahun warga Kelurahan Josenan. SM sempat menjalani isolasi di rumah sakit namun sudah sembuh. SM berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 1.412 berinisial SD berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun warga Kelurahan Demangan. SD menjalani isolasi mandiri dan berstatus suspek sebelumnya.

Kasus nomor 1.413-1.416
Kasus nomor berinisial EA berjenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun. Kasus nomor 1.414 berinisial OP berjenis kelamin perempuan berusia 15 tahun. Kasus nomor 1.415 berinisial MK berjenis kelamin perempuan berusia 19 tahun. Kasus nomor 1.416 berinisial ER berjenis kelamin perempuan berusia 35 tahun. Keempatnya warga Kelurahan Kejuron. EA berstatus suspek sebelumnya. Sedang, kasus OP, MK, dan ER, berawal dari skrining rapid sebelumnya. Keempatnya menjalani isolasi di Asrama Haji.

Kasus nomor 1.417-1.425
Kasus nomor 1.417 berinisial DH berjenis kelamin laki-laki berusia 58 tahun. Kasus nomor 1.418 berinisial NA berjenis kelamin perempuan berusia 28 tahun. Kasus nomor 1.419 berinisial MA berjenis kelamin perempuan berusia 55 tahun. Kasus nomor 1.420 berinisial AK berjenis kelamin perempuan berusia 7 bulan. Kasus nomor 1.421 berinisial MU berjenis kelamin laki-laki berusia 33 tahun. Kasus nomor 1.422 berinisial AA berjenis kelamin laki-laki berusia 4 tahun. Kasus nomor 1.423 berinisial IN berjenis kelamin laki-laki berusia 6 tahun. Kasus nomor 1.424 berinisial LP berjenis kelamin perempuan berusia 32 tahun. Kasus nomor 1.425 berinisial MI berjenis kelamin laki-laki berusia 35 tahun. Kesembilan kasus tersebut merupakan warga Kelurahan Banjarejo. Kasus DH berawal dari skrining rapid sebelumnya. Sedang, delapan kasus lain merupakan kontak erat DH. DH menjalani isolasi di rumah sakit dan delapan lainnya menjalani isolasi mandiri.

Kasus nomor 1.426 berinisial SH berjenis kelamin perempuan berusia 60 tahun warga Kelurahan Kejuron. SH menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji. Kasus SH berawal dari skrining sebelumnya.

Kasus konfirmasi menjadi 1.426 orang dengan posisi 1.201 di antaranya telah sembuh. Tambahan 12 sembuh datang dari kasus nomor 1.127, 1.147, 1.297, 1.247, 1.411, 1.332, 1.199, 1.288, 1.342, 1.408, 1.409, dan 1.377. Sementara itu, 41 lainnya masih dalam perawatan, 87 orang isolasi mandiri, dan 97 orang meninggal dunia. (vincent/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!