Peredaran Rokok Ilegal Masih Tinggi Selama Pandemi

Di Posting Oleh madiuntoday

26 Februari 2021

MADIUN – Pandemi Covid-19 rupanya tak menghalangi produsen rokok ilegal untuk melancarkan aksinya. Meski begitu, sebagian di antaranya telah berhasil diamankan dan ditindak secara tegas oleh petugas yang berwajib.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II Oentarto Wibowo. Selama 2020, total ada 662 surat bukti penindakan yang berhasil dikumpulkan jajarannya. Dengan barang bukti berupa 27.882.892 batang rokok, 427.895 gram tembakau iris, 8.402,26 liter minuman keras, dan 3.145 liter hasil pengolahan tembakau lainnya.

‘’Perkiraan nilai barang mencapai Rp 33 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp 13,7 miliar,’’ tuturnya saat menggelar pemusnahan serentak rokok ilegal dan barang milik negara lainnya hasil penindakan di bidang cukai di KPPBC Tipe Madya Pabean C Madiun, Jumat (26/2).

Oentarto menuturkan, memerangi produksi dan perdagangan rokok ilegal merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya Bea Cukai. Tapi juga pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Karenanya, diperlukan komitmen yang sama dan sinergi dalam program pelaksanaannya.

Lebih lanjut, Oentarto mengatakan, sebagai bentuk optimalisasi pemberantasan rokok ilegal, tahun ini telah dianggarkan biasa sebesar 25 persen dari total DBHCHT yang diterima daerah. Dengan dana ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi penurunan peredaran rokok ilegal.

Menurut Oentarto, peredaran barang ilegal ini memang wajib diberantas. Sebab, dapat merugikan negara. Padahal, sebagian penerimaan cukai rokok juga ditransfer ke pemda untuk menanggulangi Covid-19. Selain itu, juga memberi dukungan pada program JKN, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, hingga peningkatan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Oentarto juga meminta seluruh KPPBC, khususnya yang ada di lingkup kerja Kanwil DJBC Jatim II, untuk terus berupaya meningkatkan pengawasan dan penindakan rokok ilegal. ‘’Baik yang bersifat preventif melalui sosialisasi dan penggalangan partisipasi masyarakat, maupun upaya represif bersinergi dengan pemda dan aparat penegak hukum lain melalui kegiatan operasi Gempur Rokok Ilegal,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

Jelang Nataru, Wali Kota Gelar Rakor Tiga Pilar Di Kecamatan Taman

MADIUN - Pemerintah Kota Madiun terus memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Terutama, dalam upaya mencegah peningkatan angka penularan Covid-19 di Kota Madiun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan...

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

Kemudikan Bus Wisata, Wali Kota Ajak Difabel Keliling Kota

MADIUN - Peringatan Hari Disabilitas Internasional dirayakan dengan cara yang sederhana namun berkesan di Kota Madiun. 118 penyandang disabilitas diajak keliling kota oleh Wali Kota Madiun Maidi menggunakan bus wisata. Bahkan, wali kota mengemudikan sendiri sarana...

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Gelar Perayaan Bersama Difabel

MADIUN - Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga turut diperingati di Kota Madiun. Rabu (8/12), Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak menggelar perayaan Hari Disabilitas bersama difabel Kota...

Don`t copy text!