Manfaatkan Keragaman Hayati di Lingkungan Sekolah, SDN 03 Klegen Ciptakan Pestisida dari Tanaman Kenikir

Di Posting Oleh madiuntoday

27 Februari 2021

MADIUN – Tanaman kenikir tak hanya bisa dimanfaatkan sebagai tanaman konsumsi saja. Di tangan siswa-siswi SDN 03 Klegen, tanaman yang biasa digunakan sebagai lalapan itu diubah menjadi pestisida atau zat yang digunakan untuk mencegah hama pada tanaman.

Caranya, pestisida kenikir dapat dibuat dengan cara menumbuk atau memblender daun sebanyak 500 gram, kemudian siapkan lidah buaya dan air satu liter. Selanjutnya diamkan selama 24 jam lalu saring larutan sebelum digunakan. Larutan tersebut dapat dicampur air dengan perbandingan 1 sampai 2 liter air ketika akan diaplikasikan.

“Untuk penyemprotan dapat dilakukan selama 2 kali dalam satu minggu. Kenapa memilih kenikir karena di sekolah kita punya kebun kenikir yang cukup subur. Untuk menumbuhkan cinta lingkungan, kita pilihlah inovasi ini,” ujar Kepala SDN 03 Klegen Sutinah, Sabtu (27/2).

Selain itu, pembuatan inovasi itu juga dalam rangka menuju adiwiyata mandiri. Maka dari itu, Sutinah terus mendorong siswa-siswinya untuk terus dapat meningkatkan karakter cinta lingkungan dengan memanfaatkan beragam tanaman yang ada di sekitar lingkungan.

“Tanaman kenikir sendiri sebenarnya juga bisa jadi pembasmi hama. Karena hampir semua kenikir mengandung senyawa kimia atsiri, saponin, dan tanin yang mematikan bagi ulat dan serangga. Jadi lebih efektif dan lebih aman untuk mencegah hama pada tanaman karena dibuat dari bahan alami,” jelasnya.

Melalui inovasi ini, Sutinah berharap siswa-siswinya mampu untuk lebih tanggap terhadap keberadaan tanaman-tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar untuk dapat dimanfaatkan menjadi satu hal yang lebih berguna. Selain itu itu juga mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan.
(Nanda/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!