Gelar Pembinaan Smart City, Prof Marsudi Paparkan Strategi Pengembangan Smart Econony dan City Branding

Di Posting Oleh madiuntoday

7 April 2021

MADIUN – Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya realokasi dan refocusing program dan anggaran pada APBD tahun anggaran 2020. Akibatnya, sejumlah proyek pembangunan terpaksa ditunda untuk penanggulangan Virus Corona. Termasuk, program pengembangan Smart City di Kota Madiun.

Hal ini seperti disampaikan oleh Konsultan Pengembangan Smart City Kota Madiun Profesor Marsudi Wahyu Kisworo saat menggelar pembinaan kepada OPD terkait di Gedung GCIO Kota Madiun, Rabu (7/4).

‘’Adanya pandemi ini mengubah tatanan yang ada. Tidak hanya di Kota Madiun. Tapi juga seluruh dunia. Ini juga menjadi masalah utama yang sempat menghambat pengembangan Smart City di Kota Madiun,’’ tuturnya.

Meski begitu, Marsudi mengapresiasi langkah Pemkot Madiun yang tetap berupaya mengeluarkan kebijakan untuk membantu perekonomian masyarakat meski pembangunan kawasan Peceland tertunda. Hal ini tampak pada proyek penataan kawasan Proliman Diponegoro dan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai branding baru di Kota Madiun.

Dua kawasan baru ini rupanya tak kalah menarik perhatian masyarakat. Untuk itu, Marsudi mendorong Pemkot Madiun untuk melanjutkan pengembangan dua kawasan itu sesuai rencana. ‘’Kawasan Proliman dan PSC ini menjadi solusi Quickwin Smart City di Kota Madiun,’’ imbuhnya.

Tak hanya itu, kebijakan membangun lapak UMKM kelurahan juga dinilai sebagai langkah tepat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Meski begitu, Marsudi mengimbau agar proyek ini tidak berhenti sampai di situ saja. Tapi, juga meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM agar bisa go digital.

Hal ini, lanjut Marsudi, penting dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar pelaku UMKM. Tidak hanya di dalam negeri saja. Tapi juga sampai ke luar negeri. Dengan demikian, peluang untuk meraih pendapatan lebih tinggi akan terbuka lebar.

‘’Di dalam Smart City ada yang namanya Smart Economy. Dengan mendorong pelaku UMKM untuk go digital ini berarti kita menerapkan konsep tersebut. Harapannya, dapat membantu pelaku UMKM agar lebih maksimal dalam memasarkan produk,’’ jelasnya.

Marsudi pun menambahkan, inovasi dan kreativitas memang diperlukan dalam situasi dan kondisi seperti saat ini. Meski begitu, dia juga optimis Kota Madiun mampu melaluinya dan tetap membangun konsep Smart City ini menjadi lebih sempurna.

‘’Untuk saat ini pengembangan Smart City di Kota Madiun sudah bagus. Meski sempat terkendala pandemi. Tapi dengan dukungan semua pihak pasti kondisi ini dapat terlewati dengan baik,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

Vaksin Saat Puasa, Pedagang Akui Tak Ada Keluhan dan Biasa Saja

MADIUN – Vaksinasi dengan sasaran pedagang pasar tradisional dimulai, Jumat (16/4). Kendati berlangsung bersamaan dengan puasa Ramadan, pelaksanaan relatif berjalan lancar. Sejumlah pedagang mengaku tidak ada banyak merasakan keluhan kendati juga tengah berpuasa....

Don`t copy text!