Masa Larangan Mudik 6-17 Mei, Bus dan KA Hanya Layani Perjalanan Dinas dan Mendesak Saja

Di Posting Oleh madiuntoday

4 Mei 2021

MADIUN – Pemerintah Indonesia telah menetapkan masa berlaku larangan mudik pada lebaran 2021. Yakni, mulai 6 hingga 17 Mei 2021. Pemberlakuan inipun turut memengaruhi perjalanan transportasi umum. Seperti, bus dan kereta api.

Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Kantor Terminal Purbaya Madiun Suyatno. Menurutnya, selama masa berlaku larangan mudik hanya sekitar 15 persen bus yang beroperasi. ‘’Bus tetap jalan, tapi hanya untuk melayani kepentingan terbatas,’’ ujarnya, Selasa (4/5).

Lebih lanjut, Suyatno mengatakan, layanan bus hanya diperbolehkan bagi penumpang perjalanan mendesak dan bukan mudik. Misalnya, untuk pekerjaan atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, dan ibu hamil yang didampingi satu anggota keluarga. Tentunya, dengan dilengkapi surat keterangan dari kantor atau lurah setempat.

Hingga saat ini, lanjut Suyatno, penumpang bus di Terminal Purbaya masih terpantau landai. Jumlah penumpang masih seperti biasanya dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Meski begitu, pihak terminal tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Serta, menyediakan tes GeNose C19 secara random sampling.

‘’Kami dapat jatah satu hari 10 sampel untuk dites dengan GeNose C19,’’ imbuhnya.

Sementara itu, hal serupa juga berlaku bagi perjalanan kereta api. Hal ini seperti disampaikan oleh Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengutip dari pernyataan VP Public Relations PT KAI (Persero) Joni Martinus.

‘’Kereta api jarak jauh tetap beroperasi tapi hanya untuk perjalanan mendesak dan kepentingan non mudik sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021,’’ jelasnya.

Adapun jumlah KA jarak jauh yang tersedia selama masa pelarangan mudik hanya 19 KA. Lima di antaranya melintas atau berangkat dari stasiun di wilayah kerja Daop 7 Madiun. Sedangkan, KA lokal yang tersedia ada 16 KA. Dua di antaranya melintas atau berangkat dari stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.

‘’Jam operasional dibatasi dengan waktu keberangkatan dari stasiun awal maksimal pukul 20.00. Pemesanan tiket bisa dilayani melalui KAI Access, Web KAI, aplikasi mitra KAI, maupun di loket stasiun. Khusus loket stasiun dilayani maksimal 3 jam sebelum keberangkatan,’’ paparnya.

Ixfan menjelaskan, bagi pelaku perjalanan dengan kepentingan mendesak tetap wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Test PCR atau Antigen atau GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

‘’Kami menjamin proses verifikasi berkas syarat perjalanan KA dengan teliti, cermat, dan tegas. Jika ada calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap, otomatis tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kami mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,’’ tandasnya. (Nanda/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Kasus Konfirmasi Tinggi Lagi, Ada 14 Tambahan Konfirmasi Hari Ini

Kasus Konfirmasi Tinggi Lagi, Ada 14 Tambahan Konfirmasi Hari Ini

MADIUN – Tambahan kasus konfirmasi sampai juga cukup tinggi hari ini, Rabu (5/5). Setidaknya, terdapat 14 tambahan kasus konfirmasi. Karenanya, belum saatnya lengah apalagi abai protokol kesehatan. Tingkatkan kewaspadaan dengan penerapan protokol kesehatan dimanapun...

Don`t copy text!