Jelang Tinjau Lapang Program Smart City, Pemkot Gelar Rakor Persiapan

Di Posting Oleh madiuntoday

20 Mei 2021

MADIUN – Jalannya program Smart City harus baik dan maksimal. Karenanya, evaluasi penting dilakukan secara berkala. Begitu juga terkait konsep kota cerdas itu di Kota Madiun. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait bakal melakukan peninjauan lapang dalam waktu dekat. Tak heran, rapat koordinasi tim Smart City di daerah digelar guna mempersiapkan peninjauan lapang tersebut.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menyebut evaluasi berkonsep peninjauan lapang itu bakal dilakukan secara daring. Evaluasi bakal difokuskan untuk pelaksanaan konsep Smart City periode 2017-2019. Kota Madiun resmi menjadi pilot project 100 kota/kabupaten program Smart City nasional pada 2019 lalu. Artinya, evaluasi untuk Kota Madiun juga fokus pada dua tahun terakhir. Selain itu, evaluasi juga menjadi ajang berbagi saran dan masukan tim Smart City pusat agar dalam pelaksanaan di 2021 dan ke depan semakin optimal.

‘’Pada prinsipnya program Smart City kita sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Dari enam aspek Smart City, program-program di dalamnya semua sudah berjalan,’’ jelas Soeko saat rakor di GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Kamis (20/5).

Tinjau lapang tersebut dijadwalkan dua hari dalam kurun waktu 17 Mei – 18 Juni. Artinya, daerah harus siap dalam kurun waktu tersebut. Mulai dari program Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, hingga Smart Environment. Kota Madiun sendiri memiliki banyak program unggulan terkait Smart City. Salah satunya Pahlawan Street Center yang menjadi bagian dari quick goal Smart City. Di dalamnya terdapat berbagai aspek sekaligus. Mulai Smart Branding hingga Smart Economy.

‘’Kita terus mengoptimalkan konsep Smart City ini dengan berbagai program yang sudah dan akan berjalan,’’ imbuhnya.

Seperti diberitakan, Kota Madiun memang masuk dalam 100 Smart City nasional. Kota Madiun masuk program tersebut pada 2019 lalu. Berbagai program mengemuka untuk mendukung konsep kota pintar tersebut. Di antaranya, sistem pemerintahan berbasis elektronik hingga program berbasis lingkungan seperti pengelolaan sampah di TPA Kota Madiun. Gas metan dari pengelolaan sampah tersebut sudah dimanfaatkan 200 KK warga sekitar sebagai penggati LPG. Tak heran, pengelolaan ini menyumbang poin tinggi kala penilaian Adipura. Selain itu, penerapan Online Single Submission (OSS) yang diterapkan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSPKUM) Kota Madiun juga menyumbang nilai tinggi. Pasalnya, Kota Madiun dinilai lebih cepat dalam penerapan sistem perizinan secara online dari pemerintah pusat tersebut. (dhevit/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

Usia Dewasa Juga Sudah Bisa Vaksin Booster, Cermati Dulu Persyaratnya

MADIUN – Vaksinasi booster terus dimaksimalkan di Kota Madiun. Sasarannya juga bertambah. Vaksinasi dosis 3 tersebut sudah bisa untuk dewasa mulai 18 tahun ke atas sebagai sasaran tambahan. Namun, terdapat sejumlah syarat tertentu salah satunya wajib sudah mendapatkan...

Don`t copy text!