Tidak Dihilangkan, Pemkot Beri Tiga Opsi Penataan Makam Bong Cino Sesuai Keinginan Ahli Waris

Di Posting Oleh madiuntoday

9 Juni 2021

MADIUN – Rencana Pemerintah Kota Madiun menjadikan areal makam Cina atau biasa disebut Bong Cino itu sebagai fasilitas umum dipastikan tak menghilangkan keberadaan makam. Pemkot setempat menyediakan tiga opsi terkait kelanjutan makam di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo tersebut dengan menggandeng keinginan ahli waris. Mulai dipindahkan, dikremasi, atau dilakukan pentaan ulang di lokasi tersebut.

‘’Nanti akan disosialisasikan kepada ahli waris. Lha nanti pihak ahli waris maunya seperti apa. Apakah minta dipindahkan, dikremasi, atau diserahkan sepenuhnya kepada Pemkot,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (9/6).

Wali kota menambahkan tidak ada maksud untuk menghilangkan keberadaan makam. Pemerintah bakal memfasilitasi pemindahan jika ahli waris menghendaki untuk dipindahkan ke lokasi baru. Pun, begitu juga jika ahli waris meminta untuk dikremasikan. Sedang, jika diserahkan kepada pemerintah, Pemkot Madiun akan melakukan penataan ulang di lokasi.

‘’Satu makam saat ini kan ada yang ukurannya 7×7 meter. Bahkan ada yang luasannya sampai 10×10 meter. Jika diserahkan kepada pemkot, akan kita tata lagi dengan luasan seperti makam pada umumnya,’’ jelasnya.

Artinya, satu makam mendapatkan luasan 1×2 meter. Penempatan bisa disebelah timur atau barat. Nah, sisa lahan makam aset Pemkot Madiun itu yang akan dimanfaatkan sebagai fasilitas umum. Mulai taman hingga Rusunawa untuk masyarakat yang saat ini tinggal di lokasi makam. Artinya, penataan makam Bong Cino tersebut juga untuk kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di sana.

‘’Misal ada 60 makam yang diserahkan penataannya kepada Pemkot, maka hanya butuh sekitar ratusan meter persegi untuk makam. Padahal luasan totalnya ada kalau 4.000 meter. Sisanya bisa dimanfaatkan fasum untuk orang banyak,’’ terang wali kota sembari menyebut pihak ahli waris tetap bisa menziarahi makam kerandanya.

Toh, lanjut wali kota, keberadaan makam sudah lama tak terurus. Pun, tampak kumuh. Pemkot Madiun berupaya menjadikan areal itu lebih bermanfaat. Termasuk pembangunan Rusunawa bagi warga yang selama ini menempati areal makam dengan bangunan permanen maupun tak permanen. Artinya, Pemkot berupaya memberikan fasilitas tempat tinggal yang lebih layak.

‘’Ada aset Pemkot ribuan meter yang tak terpakai dan kumuh seperti itu. Kan eman juga kalau dibiarkan seperti itu. Prinsipnya Pemkot ingin memberikan yang lebih baik untuk warga. Baik yang di lokasi maupun warga kota pada umumnya,’’ pungkasnya sembari menyebut tidak ada ahli waris yang menolak penataan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!